Tak Jaga Jarak! Khofifah Sindir Pembagian BLT di Surabaya

JAGA JARAK: Khofifah, sindir pencairan BLT di Surabaya yang abaikan physical distancing. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
JAGA JARAK!: Khofifah, sindir pencairan BLT di Surabaya yang abaikan physical distancing. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menyindir pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Surabaya yang dinilai masih mengabaikan physical distancing di tengah wabah Corona (Covid-19).

Sindiran bermula saat Khofifah berpesan kepada Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin agar menjaga jarak aman saat ada pembagian Bansos dari pemerintah tersebut, tidak seperti di kota yang dipimpin Tri Rismaharini masih ada kerumunan.

“Hari ini saya mendengar di Surabaya ya tetap berkerumun gitu lho. Minta tolong mangke dipun jagi (tolong nanti dijaga) supaya tetap pada menjaga jarak yang aman Pak Bupati,” kata Khofifah saat video conference dengan Arifin serta sejumlah bupati di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (13/5/2020).

Menanggapi permintaan Khofifah, Arifin menegaskan pihaknya sudah berkoordinasi dengan PT Pos. Bagi penerima di dalam kabupaten ada sebagian yang diantar, serta akan menjadwal petugas untuk menjaga physical distancing.

“Kemudian untuk yang perantau menggunakan aplikasi mobile, sehingga nanti bisa masuk langsung ke aplikasinya tanpa dikenakan biaya, jadi utuh Rp 600 ribu,” katanya.

Lalu yang terdampak lockdown di luar negeri, lanjut Arifin, menggunakan Western Union melalui PT Pos kemudian biaya kirimnya ditanggung lewat Baznas.

“Sehingga mereka nanti bisa menerima haknya. Ada sekitar 6.000 yang kita usulkan,” tandas bupati yang juga kader GP Ansor tersebut.

100 Persen Sebelum 15 Mei

TERDAMPAK CORONA: Pencairan BLT untuk warga terdampak virus Corona. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
TERDAMPAK CORONA: Pencairan BLT untuk warga terdampak virus Corona. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Secara khusus, Khofifah juga mengapresiasi kesiapan Arifin yang akan mencairkan BLT-DD (Dana Desa) hingga 100 persen sebelum 15 Mei. Pencairan tahap pertama di Trenggalek dilakukan April. Per hari ini ada 147 desa yang sudah menyalurkan BLT-DD dari total 152 desa di Trenggalek.

“Ini akan menjadi contoh yang baik, tidak hanya untuk Jatim tapi pencairan dana desa seluruh Indonesia yang bisa mencapai rekor 100 persen,” katanya.

“Kita tentu sangat bahagia sekali, kami memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Bupati Trenggalek yang sudah dapat me-manage proses pencairan dana desa dengan sangat cepat. Tentu tetap dengan menjaga akurasinya,” sambungnya.

Hal tersebut, tandas Khofifah, juga sesuai dengan harapan Presiden Jokowi, agar sebelum Hari Raya Idul Fitri sudah cair seluruhnya, khususnya dana desa.

Apalagi hingga hari ini pencairannya masih banyak yang rendah sekali. Bahkan sampai kemarin di Jatim masih 4,8 persen. Karena itu, menjadi kabar luar biasa dari Trenggalek karena bupatinya menyampaikan sebelum 15 Mei bisa cair 100 persen.

“Ini akan menjadi role model Pak Bupati. Terutama juga Pak Camat dan para kepala desa yang tentu sudah bekerja luar biasa dalam mengkoordinasi. Supaya juga dimaksimalkan seluruh proses pencairan dana desa di kecamatan,” katanya.

“Mudah-mudahan semuanya bisa melakukan percepatan pencairan di saat pandemi Covid-19 seperti sekarang. Pasti semua sudah menemukan cara-cara terbaik,” tuntas Khofifah.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona