Laki-laki Lebih Disukai Corona daripada Wanita, Ini Alasannya!

RAPID TEST: Kelompok laki-laki lebih rawan dijangkiti virus Corona ketimbang wanita. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
RAPID TEST: Kelompok laki-laki lebih rawan dijangkiti virus Corona ketimbang wanita. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Tahukah anda, jika virus Corona (Covid-19) lebih ‘menyukai’ laki-laki ketimbang wanita? Hal itu dibeber Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi.

“Dari usia sebaran penduduk, ini mesti kita perhatikan betul, memang untuk kasus-kasus yang confirm itu umur 40-49 ya. Laki-laki lebih banyak daripada perempuan,” katanya di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (12/5/2020) malam.

Mengapa laki-laki lebih ‘disukai’ Corona? “Mungkin karena lebih banyak bergaul, physical distancing-nya juga kurang, mungkin banyak keluar (rumah). Jadi insidennya paling tinggi,” sambung Joni.

Tak hanya mereka yang positif, Orang Dalam Pemantauan (ODP) juga didominasi laki-laki tapi usianya lebih muda. Begitu pula dengan Orang Tanpa Gejala (OTG) yang banyak disasar usia muda.

“Hati-hati orang-orang muda, imunitasnya baik, virusnya masuk tapi mampu dilawan, tidak menimbulkan gejala,” kata dokter yang juga Dirut RSUD dr Soetomo Surabaya tersebut.

Menurut Joni, OTG ini orang yang kontak dengan positif Corona, gejalanya ringan dan di dalam pengawasan cukup, tapi usianya lebih muda. “Usia lebih muda biasanya keluar rumahnya lebih banyak, makanya harus hati-hati,” tandasnya.

Minta Alat Tes PCR

Sementara terkait jumlah kasus Corona, menurut Joni, sebenarnya berhubungan linier dengan seberapa banyak tes yang dilakukan.

Karena itu, salah satu program Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim yakni mengusulkan ke pusat agar rumah sakit bisa mendapatkan alat tes PCR (Polymerase Chain Reaction).

“Untuk sementara ada delapan rumah sakit yang kami usulkan PCR test-nya, sehingga deteksi dini ini bisa lebih cepat dilakukan,” katanya.

Jumlah kasus yang banyak, imbuh Joni, sebenarnya tidak terlalu masalah asal tracing-nya diperketat. Sehingga isolasi terhadap kasus-kasus positif bisa lebih masif, dan penurunan kasus bisa tercapai dalam waktu yang ditentukan.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona