Beda dengan di Wuhan, Gejala Corona di Jatim 52,1% Batuk

BATUK GEJALA TERTINGGI: Batuk menjadi gejala virus Corona di Jatim, bukan demam seperti di Wuhan. | Sumber: Dinkes Jatim
BATUK GEJALA TERTINGGI: Batuk menjadi gejala tertinggi Corona di Jatim, bukan demam seperti di Wuhan. | Sumber: Dinkes Jatim

SURABAYA, Barometerjatim.com – Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi mengungkap, ada perbedaan soal gejala Corona (Covid-19) yang terjadi di Jatim dengan Wuhan, China.

“Di sini yang paling banyak, khususnya di Jatim 52,1 persen itu batuk, kemudian pilek (35,1 persen), padahal yang di Wuhan demam,” kata Joni di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (12/5/2020) malam.

Setelah batuk dan plek, berikutnya demam dengan suhu di atas 38 derajat celcius (26,2 persen) dan sesak napas (24,7 persen).

“Kalau sudah sampai sesak napas, itu sudah ke arah berat. Tapi kalau masih batuk, pilek, demam yang naik turun dengan obat antidemam itu masih masuk sedang,” jelas Joni.

Berikutnya lemah (22,9 persen), menggigil (18,1 persen) dan sakit tenggorokan (17,1 persen). “Ada beberapa pasien yang sampai kesakitan sekali tenggorokannya,” katanya.

Lalu gejala nomor delapan, yakni myalgia atau sakit otot (14,9 persen), kemudian mual/muntah (13,5 persen), sakit kepala (13,5 persen), sakit perut (10,4 persen) dan diare (7,4 persen).

Joni menyebut, ada beberapa kasus yang datang ke UGD karena diare. Setelah dieksplorasi lebih detail, hasil rapid test reaktif kemudian dilakukan swab PCR.

“Jadi gejala-gejalanya tidak berurutan begitu, tetapi yang terbanyak di Surabaya, di Jatim adalah batuk pilek, ini perlu diwaspadai,” tegas dokter yang juga Dirut RSUD dr Soetomo tersebut.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona