Pandemi Belum Terkendali, Uji Coba Konser di Jatim Batal!

KONSER BATAL: Khofifah saat menerima Ari Lasso dan tim di Jakarta. Inset: Gus Ipul di Grahadi. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
UJI COBA KONSER BATAL: Khofifah saat menerima Ari Lasso dan tim di Jakarta. Inset: Gus Ipul di Grahadi. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Rencana uji coba konser Ari Lasso di tempat wisata Ngopibareng Pintu Langit, Prigen, Pasuruan — milik mantan Wagub Jatim, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) — 12 September mendatang batal digelar!

Hal itu dipastikan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. “Wacana uji coba konsernya resmi dibatalkan, waktunya ditinjau ulang,” ungkap Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Kamis (10/9/2020).

“Pihak inisiator akan pastikan dulu, bahwa pandemi Covid-19 di Indonesia dan Jatim telah terkendali penuh, sambil menyiapkan format acara yang aman untuk semua,” sambungnya.

Sebelumnya, Khofifah menegaskan, Pemprov Jatim bukanlah inisiator maupun penyelenggara uji coba konser musik yang masih dalam taraf wacana dan kajian tersebut.

Sementara terkait kedatangan Gus Ipul di Gedung Negara Grahadi, Senin (24/8/2020) malam, menurut Khofifah konteksnya dalam rangka mendiskusikan uji coba konser yang aman dan sesuai dengan protokol kesehatan.

“Sehingga tidak terjadi penularan Covid-19 bagi audiens maupun masyarakat di sekitarnya, tetapi industri kreatif bisa bergerak,” katanya.

Kedatangan Gus Ipul, lanjut Khofifah, juga untuk membicarakan upaya Pemprov Jatim dalam membangkitkan ekonomi bagi para pelaku industri kreatif, pekerja seni dan pariwisata.

Sebagai informasi, kelompok seniman dan pariwisata menjadi sektor yang sangat terdampak dimana pemasukan mereka turun hingga 80 persen.

Sebelumnya, rencana konser bertajuk “Selaras Bersama New Normal” tersebut akan menghadirkan artis ibu kota Ari Lasso, Luna Maya serta pedangdut Via Vallen.

Namun sejumlah pihak ramai-ramai mengkritik rencana konser yang digelar di tengah pandemi tersebut. Kritik di antaranya dilontarkan dokter Windu Purnomo, pakar epidemiologi dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, serta tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) Ali Azhara.

Beradaptasi untuk Survive

Di sisi lain, lanjut Khofifah, adanya pandemi Covid-19 menuntut semua pihak harus beradaptasi untuk survive dan menyeimbangkan antara kesehatan dan ekonomi.

“Seperti pesan yang disampaikan Pak Presiden Jokowi, harus ada keseimbangan antara ‘gas dan rem’ dalam menangani Covid-19, dan menggerakkan perekonomian di daerahnya masing-masing,” ujarnya.

Dijelaskan Khofifah, saat ini sudah ada exercise yang mendiskusikan format konser yang aman seperti yang telah dilakukan di Inggris dan Korea Selatan (Korsel).

Di kedua negara tersebut, sudah berhasil mengadakan uji coba konser dengan menerapkan physical distancing. Konser dilakukan secara outdoor dan penonton dibatasi dalam platform besi supaya bisa berjarak dua meter.

Sebagai gambaran, konser tersebut dihadiri 2.500 penonton. Angka tersebut jauh lebih besar dari rencana uji coba konser di area wisata alam milik Gus Ipul.

Selain itu, saat ini konser juga dipertimbangkan untuk kembali dilaksanakan di Jerman, sekaligus juga sedang diteliti bagaimana mengadakan konser yang aman.

Sementara di Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI juga sudah memberikan pedoman untuk menyelenggarakan konser yang aman.

Pedoman tertuang lewat KMK (Keputusan Kementrian Kesehatan) Nomor HK.01.07/MENKES/382/2020 tentang Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Baca Berita Terkait Wabah Corona