‘Keroyok’ PDIP, 6 Parpol Lebih Bakal Usung Machfud Arifin

GALANG POROS: Soepriyatno (tengah), menggalang poros usung Machfud Arifin di Pilwali Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
KEROYOK PDIP: Soepriyatno (tengah), galang poros usung Machfud Arifin di Pilwali Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Gerindra galang poros untuk ‘mengeroyok’ PDIP di Pilwali Surabaya 2020. Calon yang disiapkan mengarah terang ke Machfud Arifin.

WACANA PDIP bakal dikeroyok di Piwali Surabaya 2020 bisa jadi terwujud. Partai Gerindra, bahkan sudah menggalang kekuatan Parpol untuk mengusung calon yang diyakini bisa menandingi bahkan mengalahkan jagoan PDIP.

Calon yang disiapkan Gerindra dan kawan-kawan mengarah pada Machfud Arifin, mantan Kapolda Jatim yang juga ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Joko Widodo-Ma’ruf Amin wilayah Jatim di Pilpres 2019.

Sinyal terang itu dilontarkan Ketua DPD Partai Gerindra Jatim, Soepriyatno usai menghadiri Rapat Kerja Cabang Khusus (Rakercabsus) DPC Partai Gerindra Surabaya, Sabtu (11/1/2020).

“Sudah, sudah, sudah ada gambaran. Tinggal nunggu tanggal mainnya untuk deklarasi, karena semuanya sudah ngeklop. Nanti kita lihat sekitar akhir Januari, kita akan deklarasi bersama,” katanya.

“Nanti lihatlah, tunggu tanggal mainnya. Jangan sekarang kita sampaikan semuanya. Tapi insyaallah hampir semua partai, teman-teman sudah komunikasi dengan baik dan insyaallah akan memberi dukungan kepada Pak Mahfud,” sambungnya.

Jumlah Parpol yang akan bergabung dengan poros besar ini, lanjut Soepriyatno, juga bertambah seiring munculnya Machfud di bursa Pilwali Surabaya.

“Dulu sebelum ada Pak Mahfud, yang bergabung sama kita saja sudah enam partai, itu belum ada tokohnya. Tapi begitu beliau masuk, wah ini makin banyak yang bergabung,” katanya.

Parpol apa saja yang dimaksud Soepriyatno? “Tunggu tanggal mainnya. Insyaallah nanti sebelum akhir Januari ini kita akan lakukan deklarasi bersama,” elaknya.

Meski tak menyebut nama, sejumlah Parpol sudah memberikan sinyal akan mengusung Machfud. Selain Gerindra (5 kursi) di antaranya PKB (5), PAN (3) dan PPP (1). Sedangkan Parpol lain yang mengaku sudah menjalin komunikasi salah satunya Nasdem (3).

Koalisi besar tersebut terbangun, menurut Soepriyatno, karena mereka ingin lebih memberdayakan Surabaya dalam konteks pembangunan yang tak cukup hanya bagus dari sisi RTH (Ruang Terbuka Hijau).

“Tapi bagaimana kita punya stadion, membangun pelabuhan, punya universitas dua yang luar biasa ini, Unair sama ITS bisa lebih berkembang membangun Surabaya dalam konteks kota yang cerdas,” katanya.

Kota cerdas, jelas Soepriyatno, seperti di negara-negara maju kalau misalnya ada kebakaran atau perampokan cepat ketahuan berkat teknologi informasi yang memadai.

Karena itu, dibutuhkan tata ruang yang harus dikelola dengan baik. Antara infrastruktur perkotaan, teknologi informasi, hingga transportasi publik bisa menyatu menjadi sesuatu yang indah kalau disatukan.

“Karena memang kita kan ada masalah juga. Problem sampah, bencana alam, ini harus diatasi dengan tata ruang yang memadai,” katanya.

Sedangkan Machfud berpeluang diusung poros besar ini, lanjut Soepriyatno, karena Gerindra sendiri membutuhkan calon yang tangguh untuk melawan jagoan PDIP.

“Misalnya Pak Mahfud mau kita ajukan, mampu enggak melawan calon yang dibuat Bu Risma. iya kan? Jadi kita harus bisa melihat yang masuk akal, kalau enggak juga susah,” katanya.

Poros Parpol di luar PDIP ini juga disinyalkan Machfud, yang menyebut hingga kini dirinya belum ada komunikasi dengan pemilik 15 kursi di DPRD Surabaya tersebut.

“Kalau misalnya ada lamaran itu, yang jelas pada saat ini saya tidak ada berkomunikasi dalam hal itu,” katanya saat ditanya wartawan jika dilamar PDIP.

“Pokoknya yang jelas sampai sementara ini saya belum ada komunikasi. Gimana nawar saya, ngomong ae gak tau kok nawar-nawar (komunikasi saja tidak pernah kok nawari). Jangan berandai-andailah, yang fakta-fakta sajalah,” ujarnya.

Elektabilitas Masih Cair

BISA DIKEROYOK: Suko Widodo, PDIP memungkinkan dikeroyok di Pilwali Surabaya 2020. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
BISA DIKEROYOK: Suko Widodo, PDIP memungkinkan dikeroyok di Pilwali Surabaya 2020. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Soal PDIP berpeluang ‘dikeroyok’, Pengamat Politik asal Unair, Suko Widodo menyebut sangat mungkin jika partai banteng kekeh dengan entitas dirinya sendiri.

“Maka yang ini (Parpol lainnya) kemungkinan akan berkoalisi. Kalau sudah itu ya head to head, PDIP dan non PDIP jadinya. PDIP dikeroyok oleh kekuatan lain,” katanya beberapa waktu lalu.

Misalnya terjadi head to head, mungkinkah koalisi besar bisa mengalahkan calon yang diusung PDIP?

“Sekarang kalau namanya calon kan sama-sama, tingkat elektabilitasnya juga masih cair banget. Kalau penelitian ITS sekitar tiga bulan lalu, 95 persen orang belum punya pilihan,” katanya.

“Itu menunjukkan belum ada kandidat kuat yang bisa mendominasi, meyakinkan menang di Surabaya. Belum ada satupun,” tandas Suko.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya