Jelang Rekom Turun, Pengamat: Kekuatan PDIP Masih Ambyar!

PDIP AMBYAR: Suko Widodo, internal PDIP masih ambyar jelang Pilwali Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PDIP AMBYAR: Suko Widodo, internal PDIP masih ambyar jelang Pilwali Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Jelang rekomendasi PDIP untuk pasangan calon yang akan diusung di Pilwali Surabaya 2020 turun, kekuatan di internal partai berlambang kepala banteng tersebut dinilai masih ambyar.

“Seperti (judul lagu penyanyi campursari) Didi Kempot: Ambyar!” nilai Suko Widodo, pengamat komunikasi politik asal Universitas Surabaya (Unair) di Surabaya, Kamis (26/12/2019).

Ambyarnya kekuatan di internal PDIP, menurut Suko, lantaran dipicu tingginya konflik internal yang melibatkan tiga faksi yang memiliki pengaruh kuat di tubuh PDIP Surabaya.

“Yang saya dengar sih minimal tiga. Ada faksinya Pak Whisnu (Sakti Buana), Bu Risma (Tri Rismaharini) dan Pak Bambang DH. Apapun kan faktanya seperti itu,” ujarnya.

Karena itu, lanjut Suko, untuk mempertahankan supremasinya di Kota Pahlawan, PDIP harus berkoalisi di Pilwali Surabaya 2020.

“Kalau PDIP mau meraih (kemenangan), dia ndak bisa sendirian, karena kan konflik internalnya cukup tinggi sekali. Mau tidak mau, dia harus solid dulu, dan kemudian harus juga kolaborasi dengan yang lain,” paparnya.

Bukankah PDIP bisa mengusung pasangan calon sendiri dengan bermodal 15 kursi di DPRD Surabaya?

“Kekuatan legislatif tidak bersignifikan dengan kekuatan masyarakat kan? Kalau misalnya dia sendirian, yakin, maka yang lain kemungkinan akan berkoalisi dan itu berat bagi PDIP. Jadi PDIP tidak boleh jumawalah,” ucapnya.

Lagi pula, keyakinan masyarakat terhadap ideologi politik dalam 10 tahun terakhir mulai ambyar. Di PDIP, misalnya, jika selama ini mereka meyakini apa yang diputuskan Megawati Soekarnoputri pasti diikuti, kini agak berubah.

“Keyakinan orang terhadap ideologi politik itu ambyar. Makanya saya bilang situasi itu ambyar sekarang. Realitasnya, orang-orang bisa melawan,” katanya.

Suko mencontohkan yang terjadi dalam proses Pilwali Solo 2020. Sekalipun Gibran Rakabuming Raka yang anak Presiden Joko Widodo (Jokowi) berniat maju, nyatanya ada kelompok yang berani melakukan perlawanan.

“Jadi ini era, dimana publik sudah pada tingkat keberdayaan dalam demokrasi yang cukup tinggi. Orang tidak lagi selalu tunduk-tunduk,” ucapnya.

Seperti diberitakan, 10 Januari mendatang DPP PDIP mulai menurunkan rekomendasinya untuk pasangan calon yang akan diusungnya di Pilkada serentak 2020, bertepatan dengan perayaan HUT ke-47 dan Rakernas PDIP di Jakarta.

“Ya mungkin beberapa yang diterbitkan, tidak sekaligus. Beberapa yang sudah fix, memberikan gambaran, peluang yang bagus itu turun. Diserahkan di Jakarta,” ungkap Ketua DPD PDIP Jatim, Kusnadi.

Namun politikus yang juga ketua DPRD Jatim itu tidak bisa memastikan, apakah rekomendasi yang diturunkan termasuk untuk Pilwali Surabaya. “Belum tahu. Saya enggak tahu juga mana-mana saja,” ucapnya.

» Baca Berita Terkait Pilkada 2020, PDIP