Pilwali Surabaya, Nasdem Masih Tunggu Calon yang ‘Nendang’!

SIAPA DIPILIH NASDEM?: (Dari kiri) Dwi Astuti, Gus Hans, Awey, Machfud Arifin. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
SIAPA DIPILIH NASDEM?: (Dari kiri) Dwi Astuti, Gus Hans, Awey, Machfud Arifin. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – DPD Partai Nasdem Surabaya, termasuk salah satu Parpol yang membuka penjaringan bakal calon wali kota (Bacawali) untuk Pilwali 2020. Lantas, kepada siapa rekomendasi akan diberikan?

“Ya kita masih menunggu lah, mencari calon yang kira-kira bisa ‘nendang’ lah,” kata Imam Syafi’i, politikus Partai Nasdem yang juga sekretaris Fraksi Demokrat-Nasdem DPRD Surabaya, Sabtu (4/1/2020).

Sebenarnya, menurut Imam, dari hasil penjaringan DPD sudah mengirim tiga nama ke DPP, yakni Zahrul Azhar Asumta alias Gus Hans (wakil ketua DPD Partai Golkar Jatim), Dwi Astuti (wakil sekretaris PW Muslimat NU Jatim) serta Vinsensius Awey (wakil ketua DPD Nasdem Surabaya).

Tapi kemudian DPP minta supaya semua nama yg mendaftar penjaringan diserahkan ke DPP. Imam menilai, mungkin DPP punya pertimbangan kalau saja ada kandidat lain yang kira-kira juga berpeluang menang.

“Mungkin itulah. Tapi saya berharap tiga calon yang kita jaring, ya tetap diakomodasi,” kata politikus yang mantan wartawan tersebut.

Berarti rekomendasi akan diturunkan ke salah satu dari ketiga nama yang dikirim ke DPP, atau Nasdem masih akan mencari calon yang lebih ‘nendang’?

“He.. he.. Ya kita berharap dari tiga itu. Tapi kalau DPP punya keinginan lain ya silakan saja DPP lah,” katanya.

“Saya yakin DPP itu pertimbangannya pasti semata-mata untuk mencari calon yang baik dan bisa menang. Ini Surabaya, kota besar kedua, karena itu harus menang,” imbuhnya.

Sementara ditanya soal mantan Kapolda Jatim, Machfud Arifin (MA) yang membuka komunikasi dengan Nasdem, Imam tak memungkiri tapi masih sebatas komunikasi.

“Saya kira hampir semua partai kecuali PDIP. Tapi sampai hari ini masih komunikasi, kita belum memutuskan. Nanti mungkin ketemu DPP, dan DPP banyak hal yang harus ditanyakan ke MA lah,” ucapnya.

Bukankah Machfud tidak ikut penjaringan di DPD? “Kita ini selain yang mendaftar lewat DPD, kan juga bisa (mendaftar) langsung ke DPP. DPD ini melaksanakan perintah saja,” katanya.

Imam juga melihat DPP tak akan terburu-buru menurunkan rekomendasi, karena pendaftaran untuk calon dari jalur Parpol masih dibuka Juni 2020.

“Ya akan kita lihat nanti, kira-kira lawannya siapa, sehingga kita bisa menyiapkan calon kita yang kira-kira bisa menandingi calon lawan,” ucapnya.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya, Nasdem