Senin, 23 Mei 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Kemiskinan di Jatim Turun, Pakar: Tak Melulu Kerja Khofifah, Ada Peran Emil Dardak!

Berita Terkait

KONTRIBUSI EMIL: Emil Dardak, luwes dampingi masyarakat dan cekatan tarik investor. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
KONTRIBUSI EMIL: Emil Dardak, luwes dampingi masyarakat dan cekatan tarik investor. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut, Jatim menjadi provinsi dengan persentase penurunan angka kemiskinan tertinggi di Indonesia periode Maret hingga September 2021.

Angka penurunannya mencapai 313,13 ribu jiwa, mengoreksi jumlah persentase masyarakat miskin dari 11,40% menjadi 10,59%. Angka itu sekaligus menjadi kontribusi Jatim dalam menekan jumlah kemiskinan nasional sebesar 30,13%.

Menurut Direktur Eksekutif Indopublika, Asip Irama, capaian ini begitu berharga tidak hanya karena isu kemiskinan menjadi centra yang berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan publik Jatim, tetapi juga menjadi legitimasi dan bukti konkret keberhasilan kepemimpinan Khafifah-Emil Dardak sejauh ini.

“Meski begitu, prestasi menurunnya angka kemiskinan Jatim tidak melulu kerja Khafifah, tetapi juga kontribusi Emil melalui kolaborasi dan aksi,” kata Asip dalam keterangannya, Kamis (27/1/2022).

Emil, kata Asip, hadir tidak hanya sekadar sebagai support system Khafifah, tetapi juga memiliki kontribusi penting, utamanya pada agenda-agenda krusial Jatim melalui lanskap ide dan gagasan mudanya.

“Hal tersebut menjadi wajar, mengingat background Emil sebagai figur muda cendekia yang mengenyam pendidikan hingga ke luar negeri,” katanya.

Mantan Bupati Trenggalek eks politisi PDIP yang kini calon kuat ketua DPD Partai Demokrat Jatim tersebut, kata Asip, memang memiliki magnet positif untuk mendukung agenda dan paket kebijakan Pemprov Jatim.

Sehingga, keberhasilan dan prestasi yang diperoleh di Jatim tentu tidak bisa lepas dari andil konstruktif Emil, termasuk dalam menekan angka kemiskinan Jatim dari waktu ke waktu.

“Pengalaman politik Emil dan karir profesional yang diemban sebelumnya, menjadi modal kuat untuk menyusun program dan regulasi demi membangun Jatim sejahtera,” katanya.

Luwes Dampingi Masyarakat

DISPARITAS: Angka penduduk miskin perkotaan dan perdesaan turun pada September 2021. | Sumber: BPS Jatim
DISPARITAS: Angka penduduk miskin perkotaan dan perdesaan turun pada September 2021. | Sumber: BPS Jatim

Asip menambahkan, konsep Nawa Bhakti Satya yang disusun Khafifah-Emil untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Jatim secara adil dan merata, setidaknya mulai terlihat sejak keduanya mulai memimpin pada 2019. Hal tersebut dapat dibaca dari pertumbuhan ekonomi Jatim yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Berdasarkan angka BPS, faktor yang memengaruhi kemiskinan Jatim menurun adalah pertumbuhan ekonomi yang membaik. Ekonomi Jatim sampai Triwulan III-2021 meningkat sebesar 3,20%.

Sosok Emil, menurut Asip, terlihat begitu luwes dan ‘cekatan’ dalam mendampingi masyarakat, utamanya kalangan miskin pinggiran untuk melakukan terobosan kebijakan.

Karena itu, Emil memang concern mengidentifikasi disparitas kemiskinan di perkotaan dan pedesaan. Selain memang memiliki latar sosiologis yang berbeda, disparitas pedesaan dan perkotaan sejauh ini di Jatim memang cukup mencolok.

Emil, tandas Asip, tampak terlihat fokus mengentaskan angka kemiskinan agro sebagai derivasi dari jumlah masyarakat miskin di perdesaan. Program tersebut, melalui data BPS, telah berhasil.

Persentase penduduk miskin perdesaan pada Maret 2021 sebesar 15,05%, turun menjadi 13,79% pada September 2021. Begitu pula angka penduduk miskin perkotaan pada Maret 2021 sebesar 8,38%, turun menjadi 7,99% pada September 2021.

Penurunan angka kemiskinan Jatim tentu saja berbanding lurus dengan turunnya angka ketimpangan berdasarkan indeks gini ratio. Pada periode Maret hingga September 2021, gini ratio Jatim turun 0,010 dari 0,374 menjadi 0,364.

“Hal tersebut tentu saja selaras dengan program Khafifah-Emil untuk mewujudkan visi-misi Jatim sejahtera,” katanya.

Karena itu, keberhasilan dan capaian Pemprov Jatim bukan karena kerja Khafifah an sich, tetapi juga sosok Emil yang memang punya pengalaman dan rekam jejak positif dalam mewujudkan sistem pemerintahan good governance.

“Khafifah-Emil adalah satu paket yang tidak mudah dilepas masing-masing kontribusinya. Sebagai pasangan politik, Khafifah-Emil berhasil memadukan dua kecakapan figur yang terbukti berhasil memimpin Jatim sejauh ini,” tuntasnya.

TURUN JADI 0,364: Indeks gini ratio Maret hingga September 2021 turun dari 0,374 menjadi 0,364. | Sumber: BPS Jatim
TURUN JADI 0,364: Indeks gini ratio Maret hingga September 2021 turun dari 0,374 menjadi 0,364. | Sumber: BPS Jatim

» Baca berita terkait Kemiskinan. Baca juga tulisan terukur lainnya Roy Hasibuan.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -