Senin, 23 Mei 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Turun 0,81 Persen, Penduduk Miskin di Jawa Timur Masih 4,25 Juta Jiwa!

Berita Terkait

TURUN 0,81 PERSEN: Jumlah penduduk miskin di Jatim sebanyak 4,25 juta jiwa periode Maret hingga September 2021. | Data: BPS Jatim
TURUN 0,81 PERSEN: Jumlah penduduk miskin di Jatim sebanyak 4,25 juta jiwa periode Maret hingga September 2021. | Sumber: BPS Jatim
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mencatat jumlah penduduk miskin di Jatim pada periode Maret-September 2021 sebanyak 4,25 juta jiwa (10,59%) atau berkurang 313,13 ribu jiwa (0,81%) dari periode sebelumnya 4,57 juta jiwa (11,40%).

“Kondisi ini sudah hampir mendekati dengan kondisi sebelum terjadinya pandemi Covid-19, yaitu pada September 2019,” kata Kepala BPS Jatim, Dadang Hardiwan dalam keterangannya, Senin (17/1/2022).

“Secara persentase, ini masuk lima besar penurunan tertinggi untuk kondisi secara nasional, setelah ada Maluku, Lampung, DIY, dan Sulawesi Tengah. Kemudian secara absolut, jumlah penduduk miskin di Jatim ini penyumbang terbesar penduduk yang keluar dari kemiskinan pada September 2021,” paparnya.

Penurunan ini terjadi, menurut Dadang, buah berbagai sinergi dari semua pihak. Mulai dari pengendalian Covid-19, proses-proses recovery perekonomian, serta upaya-upaya mengangkat keterpurukan ekonomi masyarakat melalui distribusi bantuan sosial secara cepat, tepat sasaran, waktu, dan jumlah.

Kemudian secara periodik dari Maret-September 2021 untuk kemiskinan perkotaan dan perdesaan masih terjadi disparitas. Namun polanya semakin menurun, terutama karena penurunan kemiskinan pada Maret 2021.

“Persentase penduduk miskin perkotaan pada Maret 2021 sebesar 8,38%, turun menjadi 7,99% pada September 2021. Sementara persentase penduduk miskin perdesaan pada Maret 2021 sebesar 15,05%, turun menjadi 13,79% pada September 2021,” jelasnya.

Dibanding Maret 2021, ujar Dadang, jumlah penduduk miskin perkotaan pada September 2021 turun 71,3 ribu jiwa dari 1,840 juta jiwa pada Maret 2021 menjadi 1,768 juta jiwa pada September 2021.

“Pada periode yang sama, jumlah penduduk miskin perdesaan turun sebanyak 241,8 ribu jiwa dari 2,732 juta jiwa pada Maret 2021 menjadi 2,490 juta jiwa pada September 2021,” terangnya.

Disparitas Perkotaan-Perdesaan

KEMISKINAN DI JATIM: Perkembangan kemiskinan di Jawa Timur periode Maret hingga September 2021. | Data: BPS Jatim
KEMISKINAN DI JATIM: Perkembangan kemiskinan di Jawa Timur periode Maret hingga September 2021. | Sumber: BPS Jatim

Sementara itu Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menuturkan, capaian ini patut disyukuri di tengah berbagai tekanan yang terjadi akibat gelombang kedua pandemi Covid-19. Terlebih, penurunan angka kemiskinan diikuti dengan menipisnya disparitas angka kemiskinan di perkotaan dan perdesaan.

“Penurunan angka kemisikinan di perkotaan ini patut kita syukuri bersama. Sebab, tahun lalu mulai Maret 2020 sampai Maret 2021, angka kemiskinan di perkotaan terus mengalami peningkatan meski kemiskinan di perdesaan sempat mengalami penurunan,” katanya di Gedung Negara Grahadi, Rabu (19/1/2022).

Dengan penurunan angka kemiskinan di perdesaan dan perkotaan, Khofifah menegaskan, disparitas angka kemiskinan pun semakin mengecil antara keduanya. Yakni turun dari 6,67% pada Maret 2021 menjadi 5,8% pada September 2021.

Penurunan angka kemiskinan di Jatim, lanjut Khofifah, juga diikuti dengan penurunan indeks kedalaman kemiskinan (P1) dari 1,841 pada Maret 2021 menjadi 1,576 pada September 2021. Sedangkan indeks keparahan (P2) kemiskinan turun dari 0,429 pada Maret 2021 menjadi 0,327 pada September 2021.

Khofifah menambahkan, penurunan angka kemiskinan juga selaras dengan menurunnya ketimpangan berdasarkan indeks gini ratio. Pada periode yang sama, gini ratio Jatim turun 0,010 poin dari 0,374 menjadi 0,364.

Seperti halnya angka kemiskinan, gini ratio di perdesaan dan perkotaan juga sama-sama mengalami penurunan. Gini ratio di perkotaan turun dari 0,387% menjadi 0,379%. Sedangkan gini ratio di perdesaan menurun dari 0,324% menjadi 0,319%.

“Capaian yang telah baik ini harus terus diikhtiari dengan sungguh-sungguh untuk mengupayakan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sehingga, gini ratio akan terus menipis dan mengurangi ketimpangan pengeluaran masyarakat,” ucap Khofifah.

KESENJANGAN: Disparitas angka kemiskinan di Jatim menurut perkotaan-perdesaan, Maret-September 2021. | Data: BPS Jatim
KESENJANGAN: Disparitas angka kemiskinan di Jatim menurut perkotaan-perdesaan, Maret-September 2021. | Sumber: BPS Jatim

» Baca berita terkait Kemiskinan. Baca juga tulisan terukur lainnya Abdillah HR.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -