Siang Ini, KH Masjkur Sandang Gelar Pahlawan Nasional

PAHLAWAN NASIONAL: KH Masjkur (tengah), siang ini bakal dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. | Foto: IST/Dok TPGP
PAHLAWAN NASIONAL: KH Masjkur (tengah), siang ini bakal dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. | Foto: IST/Dok TPGP

MALANG, Barometerjatim.com – Jumat (8/11/2019) siang ini sekitar pukul 13.30 WIB, bertempat di Istana Negara Jakarta, KH Masjkur akan dianugerahi gelar Pahlawan Nasional yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Selama hayat, KH Masjkur pernah menyandang pimpinan tertinggi Barisan Sabilillah, anggota BPUPKI yang merumuskan Pancasila dan UUD 1945, pendiri Yayasan Sabilillah Malang, ketua pertama Yayasan Universitas Islam Malang (Unisma), ketua umum PBNU, hingga Menteri Agama RI.

“Ini adalah penghormatan negara yang sangat besar untuk masyarakat Jatim, Malang Raya, dan NU,” kata Ketua bidang Sosial, Ekonomi dan Kemasyarakatan Yayasan Sabilillah, Prof M Mas’ud Said pada Barometerjatim.com.

“Khususnya pihak keluarga Singosari, Yayasan Al Ma’arif Singosari, keluarga besar Pesantren Bungkuk Singosari, terutama KH M Tholchah Hasan,” sambung tokoh yang juga ketua PW Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jatim tersebut.

Mas’ud menuturkan, dalam penganugerahan gelar pahlawan nasional ini, pihak keluarga diwakili cucu KH Masjkur. Turut mendampingi, yakni Gubernur Khofifah Indar Parawansa yang akan mewakili pemerintah provinsi (Pemprov) dan masyarakat Jatim.

Khofifah juga akan mengundang keluarga KH Masjkur di Singosari, Yayasan Sabilillah dan perwakilan saat upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional 10 November di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

“Semoga semangat berjuang kita, keikhlasan kita, daya khidmat kita bisa meniru para alim ulama seperti KH Masjkur,” ucap guru besar politik pemerintahan Unisma tersebut.

Proses Sempat Terhenti

Pengusulan KH Masjkur menjadi pahlawan nasional, terang Mas’ud, dilakukan selama setahun lebih pada 1995 melalui Dinas Sosial dan ditujukan ke Kementerian Sosial (Kemensos).

Buku-buku dan bukti sejarah ditelisik oleh tim peneliti, tokoh agama dan tokoh masyarakat, pimpinan perguruan tinggi terutama Unisma, UIN, UB, UM dan Unira.

Sedikitnya delapan buku tentang KH Masjkur telah diterbitkan, dan pernah didistribusikan ke lembaga-lembaga pendidikan di Jatim.

Buku-buku tersebut beragam, mulai buku biografi perjuangan (tiga naskah buku), fragmen pemikiran KH Masjkur dalam pandangan akademik (dua buku), kiprah dan perjuangan dalam catatan media (satu buku), komik (satu buku), serta napak tilas gerilya militer di Trenggalek (satu buku).

Tim di-support penuh oleh gubernur Jatim, bupati Malang, wali kota Malang, wali kota Batu, dan tokoh-tokoh di Malang Raya yang dikoordinasi Yayasan Sabilillah Malang, dimana KH Masjkur membangun masjid yang sekarang menjadi masjid besar percontohan paripurna nasional pada 2017.

Selain itu, dukungan untuk gelar pahlawan nasional juga datang dari berbagai pondok pesantren dan perguruan tinggi, baik negeri dan swasta yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia.

Namun pengusulan dan pengurusan berkas pahlawan nasional KH Masjkur sempat berhenti proses pemberkasannya. Pada Oktober 2017, proses dan pemberkasan diulang kembali serta diserahkan secara resmi kepada Direktorat Pemberdayaan Sosial Kemensos.

Dilanjut proses verifikasi lapangan dari Kemensos yang dilakukan pada Oktober 2018, semasa Khofifah menjabat Mensos. “Menjelang peringatan Hari Pahlawan 2019 ini, alhamdulillah berhasil ditetapkan oleh Presiden RI,” ujar Mas’ud.

» Baca Berita Terkait Pahlawan Nasional