‘Netizen’ Serbu Khofifah, Sindiran Bara JP: Hebat Banget Risma!

POLEMIK GBT: Giyanto Wijaya, harap Risma sambut Khofifah selesaikan polemik GBT. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
POLEMIK GBT: Giyanto Wijaya, harap Risma sambut Khofifah selesaikan polemik GBT. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Tak hanya mengkritisi sikap reaksioner Pemkot Surabaya. Ketua Barisan Relawan Joko Widodo Presiden (Bara JP) Jatim, Giyanto Wijaya juga heran dengan serangan ‘netizen’ yang dalam seminggu ini gencar dialamatkan ke Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

Seperti diberitakan, usai Khofifah menyebut masih ada bau sampah di Gelora Bung Tomo (GBT), anak buah Risma sibuk mengeluarkan bantahan. Tak hanya Pemkot, ‘netizen’ juga mendadak ramai-ramai menyerang akun Instagram Khofifah, @khofifah.ip.

“Pemkot jangan sampai offside kemana-mana dan itu sangat tidak perlu, apalagi dengan serangan ‘netizen’ yang begitu gencarnya,” kata Giyanto pada Barometerjatim.com, Kamis (7/11/2019).

Semakin banyaknya serangan ‘netizen’, menurut Giyanto, justru semakin terlihat terlalu subjektif. “Kan lucu ‘netizen’ ini. Kita melihatnya, wah kok hebat banget Bu Risma ini, begitu banyaknya serangan baliknya,” sindirnya.

“Padahal apa sih, ini kan masalah sepele banget. Cuma kan kalau enggak diselesaikan, bisa-bisa enggak dipakai GBT ini jadi venue Piala Dunia U-20 karena Indonesia kan banyak banget stadion,” tandasnya.

Giyanto menambahkan, kalaupun Khofifah sampai memberi masukan soal GBT yang masih bau sampah, wajar-wajar saja karena hal itu untuk mencari solusi. Jangan sampai Jatim yang kandangnya sepak bola tidak kebagian venue Piala Dunia U-20.

Karena itu, Giyanto berharap Risma menyambut kesiapan Khofifah untuk duduk bareng dengan para pihak, termasuk Pemkot Surabaya, demi menyelesaikan polemik GBT sesuai saran Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali.

Saya ini anytime lho rek. Guru-guru ae tak jak rene, ngumpul, cik aku bisa mendengarkan. (Saya ini kapan saja, rek. Guru guru saja saya ajak ke sini, kumpul, supaya aku bisa mendengarkan),” kata Khofifah.

Aku iki lahir di Surabaya, besar di Surabaya. Lek wong Suroboyo, iku yo terbuka. Enggak atek siap. Monggo anytime, anywhere. (Kalau orang Surabaya, itu pasti terbuka. Enggak pakai siap. Silakan kapanpun di manapun, red),” imbuhnya.

Khofifah-Risma Dibenturkan

Pengamat Politik asal Universitas Airlangga (Unair), Airlangga Pribadi Kusman juga menyayangkan sikap netizen yang ramai-ramai menyikapi negatif pernyataan Khofifah soal GBT. Bahkan, netizen terkesan sengaja membenturkan antara Khofifah dengan Risma.

“Terkait bau sampah di GBT, ada baiknya dimaknai sebagai ajakan positif untuk memberi kerangka solutif terbaik, seperti mempercepat program, baik yang tengah dilakukan oleh Pemprov Jatim maupun Pemkot Surabaya, untuk membangun pengelolaan limbah lebih cepat dan lebih baik lagi,” katanya.

Airlangga mengungkapkan, manajemen Persebaya maupun suporter juga mengakui mencium aroma tidak sedap dalam sejumlah pertandingan. Tentunya ini akan menimbulkan kesan negatif saat FIFA melakukan kunjungan ke GBT.

CEO The Initiative Institute itu yakin, Khofifah tetap ingin GBT terpilih menjadi salah satu venue pertandingan Piala Dunia U-20 tahun 2021. Sebab, hal tersebut membawa kebanggaan bagi warga Surabaya maupun Jatim secara keseluruhan.

» Baca Berita Terkait Bara JP, Risma