Senator Nawardi Ungkap Batik Air Tanpa Physical Distancing

TAK JAGA JARAK: Suasana Covid-19, pesawat Batik Air ID 7517 tak terapkan physical distancing. | Foto: Captura Video Ahmad Nawardi
TAK JAGA JARAK: Suasana Covid-19, pesawat Batik Air ID 7517 tak terapkan physical distancing. | Foto: Captura Video Ahmad Nawardi

SURABAYA, Barometerjatim.com – Protokol kesehatan menjadi keharusan di tengah pandemi Covid-19. Namun pesawat Batik Air ID 7517 rute Jakarta-Surabaya, Rabu (15/7/2020) penerbangan pukul 14.00 WIB, terekam video tak menerapkan physical distancing.

Rekaman tersebut diambil anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Ahmad Nawardi yang ikut dalam penerbangan dan menginfokannya ke publik lewat sejumlah WAG (WhatsApp Group).

“Waduh ngeri sekali itu,” kata Nawardi saat dikonfirmasi wartawan. “Itu penumpang banyak yang protes. Saya protes, penumpang lain juga,” sambungnya.

Senator dari Dapil Jatim itu lantas menceritakan, sejak awal dirinya sudah menanyakan soal penerapan physical distancing ketika melihat daftar baris duduk penumpang yang terisi penuh alias tiga orang.

“Nanti diatur Pak di sana,” ujar Nawardi menirukan jawaban seorang petugas. “Ya sudah kita diam. Sampai di dalam pesawat kok tiga lagi, kita protes. Terus sama pramugarinya nanti katanya diatur, dipindah gitu, ternyata setelah mau berangkat tetap saja.”

“Hanya saya yang dipindah, ada kursi kosong tiga deret di belakang, saya pindah. Penumpang lainnya enggak disuruh pindah, tetap tiga satu baris penuh,” tandasnya, seraya menambahkan baris yang diisi tiga orang mulai tengah ke belakang, sedangkan tengah ke depan dua orang.

“Wah ini berbahaya, ngeri kalau kayak gini pesawat. Mohon Menteri Perhubungan untuk mengevaluasi.”

Soal mengapa deretan kursi diisi penuh, menurut Nawardi, alasan pramugari karena penumpang sudah dikasih face shield alias pelindung wajah.

“Jadi, kata pramugari, enggak apa-apa berdempetan gitu. Selain face shield juga dikasih tisu basah penumpangnya,” ucap Nawardi.

Tak puas dengan jawaban pramugari, makin banyak penumpang yang protes. “Namanya pramugari kan ya ndak bisa berbuat apa-apa, tapi ini kan tidak menjalankan protokol kesehatan dan sangat berbahaya,” katanya.

Bahkan tak hanya Batik Air ID 7517, menurut Nawardi, temannya yang naik Batik Air tujuan Medan, Sumatera Utara, juga mengalami hal yang sama. Baris bangku tetap diisi tiga penumpang alias tidak ada physical distancing.

“Terus ini (video) saya kirim ke grup DPD, protes semua anggota DPD: Wah ini berbahaya, ngeri kalau kayak gini pesawat,” katanya.

Karena itu, ujar Nawardi, Batik Air harus diberi peringatan lantaran mengabaikan physical distancing dan berbahaya bagi penumpang di tengah pandemi Covid-19 yang belum kunjung melandai.

“Mohon Menteri Perhubungan untuk mengevaluasi. Meskipun sudah di-rapid test, tetapi protokol kesehatan tidak seperti itu, tetap harus physical distancing,” tegasnya.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona