Duka Whisnu: Kemarin Bu Chandra, Kini Kepala Bappeda

DUKA MENDALAM: Whisnu Sakti Buana, berbela sungkawa atas kepergian kepala Bappeda. | Foto: Barometerjatim.com/WIRA HARLIJADI
DUKA MENDALAM: Whisnu, berbela sungkawa atas kepergian kepala Bappeda Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/WIRA HARLIJADI

SURABAYA, Barometerjatim.com – Duka mendalam atas kepergian Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jatim, Mohammad Rudy Ermawan Yulianto yang meninggal akibat Corona (Covid-19) tak hanya dirasakan keluarga besar Pemprov Jatim.

Pemkot Surabaya, lewat Wakil Wali Kota Whisnu Sakti Buana juga turut berbela sungkawa. “Innalillahi wa inna Ilaihi raajiun, saya kaget dapat kabar ini,” kata Whisnu saat ditemui di kediamannya di Tenggilis Mejoyo, Selasa (14/7/2020) malam.

“Turut berbela sungkawa yang sangat mendalam atas meninggalnya kepala Bappeda Jatim. Kita berturut-turut, bertubi-tubi ini. Kemarin Bu Chandra, hari ini kepala Bapedda.”

Sebelumnya, Pemkot Surabaya lebih dulu kehilangan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP5A), Chandra Oratmangun.

Chandra meninggal di Rumah Sakit Husada Utama, Surabaya, Senin (13/7/2020) sekitar pukul 17.30 WIB setelah beberapa waktu lalu sempat dinyatakan positif Covid-19. Namun setelah menjalani dua kali tes swab dinyatakan negatif.

Whisnu menambahkan, kepergian dua pejabat tersebut membuat pihaknya akan semakin gencar menyosialisasikan kepada masyarakat, bahwa Covid-19 bukan virus atau penyakit yang sederhana.

Masyarakat, pinta Whisnu, harus terus diedukasi agar menaati protokol kesehatan yang diputuskan pemerintah. Sebab, virus mematikan tersebut bisa menyerang siapa saja.

“Makanya saya terus sampaikan pakai masker dan lainnya. Kita harus menjaga diri kita. Jelas, dengan adanya seperti ini kita akan terus evaluasi kekurangan kita,” tandas Whisnu.

Hingga kini, kasus Covid-19 di Jatim makin ‘menggila’. Merujuk data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, per Selasa (14/7/2020) jumlah terkonfirmasi menembus 17.212 kasus. Rinciannya: Dalam konfirmasi 448 (2,60%), sembuh 7.479 (43,45%), dirawat 8.369 (48,62%), dan meninggal 1.289 (7,49%).

Sedangkan khusus di Kota Surabaya angka positif mencapai 7.331 kasus. Rinciannya: Sembuh 3.705, dirawat 2.988, dan meninggal 638.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona