Klaim Bakal Direkom PKB, Kartika Yakin DPC Taati DPP

PKB-PDIP: Kartika Hidayati, klaim bakal direkom PKB-PDIP di Pilbup Lamongan. | Foto: Barometerjatim.com/MAULANA
PKB-PDIP: Kartika Hidayati, klaim bakal direkom PKB-PDIP di Pilbup Lamongan. | Foto: Barometerjatim.com/MAULANA

LAMONGAN, Barometerjatim.com – Kandidat bupati di Pilbup Lamongan, Kartika Hidayati mengklaim dirinya akan mendapat rekomendasi dari PKB yang berkoalisi dengan PDIP. Lantas, bagaimana dengan DPC PKB Lamongan yang lebih memilih Sholahuddin?

“Ini partai! Partai itu sinergis antara DPP (pusat), DPW (wilayah), DPC (cabang). Semua yang disampaikan kebijakan partai akan taat untuk mengikuti,” kata Kartika yakin, Rabu (29/7/2020).

Sebelumnya, 28 Oktober 2019, PKB Lamongan lewat SK Nomor 0192/SK/DPC-02/IV/B.1/X/2019 mengusulkan Sholahuddin alias Kaji Sholah untuk mendapatkan rekomendasi DPP.

Dalam SK juga disebutkan sejumlah pertimbangan. Di antaranya selama 30 tahun kader NU dan PKB di Lamongan selalu terpinggirkan, tidak pernah menduduki jabatan strategis di semua lini Pemkab. Padahal dalam lima tahun terakhir, Kartika yang kader NU dan PKB menjabat wakil bupati.

Karena itu, PKB Lamongan hanya mengajukan satu nama calon bupati yang didasari keinginan yang sama dengan NU, yakni mewujudkan bupati berasal dari kader NU untuk dimintakan rekom ke DPP.

Ibarat e wong iku wis arep-arep kapan duwe bupati sing asli kader NU, dan kader NU sing sembodo. Apalagi Pak Sholahuddin ikut mendirikan dan jadi ranting PKB saat baru berdiri,” kata Ketua DPC PKB Lamongan, Abdul Ghofur.

Ghofur menandaskan, keputusan DPC memberangkatkan Kaji Sholah sekaligus bentuk kepatuhan dan ketaatan terhadap para kiai NU dan masyayikh, dengan memperhatikan masukan dari Tim 9 PCNU Babat dan PCNU Lamongan.

Berkoar Tidak Mbeleset

Tak berhenti di situ. 22 Januari 2020, Ghofur memastikan kalau rekomendasi DPP akan akan diberikan ke Kaji Sholah dan tidak mbleset atau berubah arah ke kandidat lain.

“Tidak ada! Saya tegaskan tidak ada rekom mbleset!” katanya usai acara konsolidasi koalisi PKB, PDIP dan Partai Gerindra di Gedung Korpri, Jalan Kusuma Bangsa Lamongan.

Tapi politik berjalan sangat dinamis. Jika klaim Kartika benar, maka situasi bakal berubah dan bisa saja Kartika digandengakan dengan Kaji Sholah mengingat PKB memiliki 10 kursi alias bisa mengusung pasangan calon tanpa koalisi.

Apa reaksi Kartika menanggapi kemungkinan tersebut? “Kan saya bilang, semua tidak menutup kemungkinan. Yang penting di dalam musyawarah mufakat memutuskan, bahwa PKB-PDIP memberangkatan si fulan untuk mewakili Kartika, selesai!” tegasnya.

Kartika juga tak mempermasalhkan soal klaim Kaji Sholah yang akan diberangkatkan PKB-PDIP. “Saya kan bilang ya style! Style setiap politisi, setiap tokoh itu berbeda-beda,” katanya.

“Jadi jangan salahkan Pak Sholahuddin. Itu kan style, bagian daripada style, enggak ada masalah,” tandas perempuan yang juga ketua PC Muslimat NU Lamongan tersebut.

» Baca Berita Terkait Pilbup Lamongan