Khofifah Ajak BUMD ‘Keroyok’ Problem Stunting di Jatim

KEROYOK PROBLEM STUNTING: Khofifah usai hadiri acara BUMD Jatim Award 2019. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
KEROYOK PROBLEM STUNTING: Khofifah usai hadiri acara BUMD Jatim Award 2019. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengajak BUMD — baik milik Pemprov Jatim maupun kabupaten dan kota — untuk ‘mengeroyok’ problem stunting di Jatim yang terkait erat dengan kemiskinan.

“Kalau kita itu membiarkan orang stunting, sama dengan kita menyiapkan kemiskinan masa depan,” katanya saat memberi pengarahan di acara BUMD Jatim Award 2019 di Ballroom Shangri-La Hotel, Selasa (17/12/2019) malam.

Karena itu, tandasnya, semua pihak perlu bergandengan tangan untuk mengintervensi kemiskinan supaya menjadi keberdayaan. Sedangkan pola intervensi, tidak harus berpikir untuk level provinsi atau kabupaten dan kota, tapi bisa dimulai dari desa.

“Kalau desa ini sukses, dia bisa menjadi top reference bagi desa-desa lainnya,” kata gubernur perempuan pertama di Jatim yang juga ketua umum PP Muslimat NU tersebut.

Khofifah mencontohkan salah satu desa di Demak, Jawa Tengah, yang kini menjadi top reference Indonesia sebagai desa berdaya dan bisa memberdayakan desa lainnya. Sukses tersebut berkat peran salah satu lembaga.

“Nah, kalau kita bisa mengeroyok desa tertentu dan tidak perlu studi banding keluar negeri, cukup ke Demak, rasanya kita bisa,” katanya.

Khofifah pun menantang BUMD untuk memberdayakan salah satu desa di Sampang, karena kemiskinan di kabupaten ini masih 23,4 persen dan stuntingnya 47,92 persen.

“Tinggi sekali. Bank Dunia bilang, sebetulnya postur tenaga kerja Indonesia hari ini, kira-kira masa lalunya 54 persen itu stunting,” ucapnya.

Ketuk Pintu Pimpinan BUMD

STUNTING DI JATIM: Angka stunting di Jatim masih tinggi, begitu pula dengan kemiskinan. | Foto: Capture/IST
STUNTING DI JATIM: Angka stunting di Jatim masih tinggi, begitu pula angka kemiskinan. | Foto: Capture/IST

Sudah semestinya, lanjut Khofifah, hari ini disiapkan generasi bebas stunting yang tidak cukup saat kehamilan tapi harus dimulai ketika remaja. Apalagi cerita stunting ini menjadi komitmen hampir semua kementerian.

“Maka saya mohon bapak ibu semua (petinggi BUMD) yang bergerak di sektor apapun, ini salah satu upaya yang harus kita lakukan dengan keroyokan, karena membiarkan stunting sama dengan menyiapkan kemiskinan masa depan mereka,” paparnya.

Sebab, tegas mantan Manteri Sosial tersebut, “Stunting punya risiko terhadap kemungkinan kerdilnya produktifitas, kerdilnya daya pikir, dan seterusnya.”

Lewat BUMD Jatim Award yang baru digelar kali pertama ini, Khofifah pun mengetuk pintu dari para pimpinan BUMD untuk bersama-sama melakukan pemetaan untuk mengeroyok problem stunting dan kemiskinan.

“Saya siap mempresentasikan dimana elektrifikasi yang sudah selesai, dimana yang belum, dimana jamban berbasis rumah tangga yang kita butuhkan, dimana stunting harus kita intervensi dan seterusnya,” pungkasnya.

» Baca Berita Terkait Stunting, BUMD