BUMD Jatim Award 2019: 4 Terbaik, 1 Raih Grand Inovasi

BUMD JATIM AWARD: Khofifah menyerahkan penghargaan kepada Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
BUMD JATIM AWARD: Khofifah menyerahkan penghargaan kepada Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Terobosan dilakukan Pemprov Jatim. Untuk kali pertama, digelar BUMD Jatim Award 2019 guna mengukur kinerja 10 BUMD Pemprov Jatim dan 19 anak perusahaannya, serta 97 BUMD kabupaten dan kota.

Acara yang diinisiasi Biro Administrasi Perekonomian Setdaprov Jatim tersebut, digelar di Ballroom Shangri-La Hotel, Selasa (17/12/2019) malam. Dihadiri Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, para bupati dan wali kota, serta pejabat terkait lainnya se-Jatim.

Tak hanya hanya kali pertama digelar di Jatim, BUMD Award ini sekaligus kali pertama di Indonesia yang dilaksanakan oleh pemerintah.

“Banyak sekali penganugerahan yang dilaksanakan lembaga independen, kali ini dilakukan pemerintah,” ujar Kepala Biro Administrasi Perekonomian Setdaprov Jatim, Dyah Wahyu Ermawati.

BUMD Award ini digelar, lanjut Dyah, untuk memberikan apresiasi dan motivasi kepada BUMD se-Jatim. “Serta apresiasi kepada BUMD yang turut berperan dalam peningkatan ekonomi di Jatim,” ujarnya.

Sedangkan kontribusi pembangunan dari BUMD yang memberikan pelayanan, kemanfaatan dan penerimaan PAD baik kabupaten, kota maupun provinsi, menjadi penilaian dalam BUMD Jatim Award.

Lantas, apa saja aspek yang dinilai? Menurut Dyah ada lima. Yakni pemasaran, manajemen Sumber Daya Manusia (SDM), produksi, keuangan, “Serta kontribusi terhadap perekonomian dan CSR (Corporate Social Responsibility) yang dilakukan oleh BUMD tersebut,” jelasnya.

Dyah menjamin, penilaian dilakukan secara independen, objektif, dan transparan sesuai dengan indikator masing-masing kategori dengan melibatkan enam orang juri dari kalangan akdemisi, jurnalis dan profesi.

Keenam juri tersebut, yakni Prof Dr Tjiptohadi Suwardjono (Ketua Dewan Penasihat Ikatan Akuntan indonesia wilayah Jatim), dan Mulyanto (Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan II dan Manajemen Startegis OJK).

Lalu Sukesi (Ketua Prodi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dr Soetomo), Turino Junaedi (Wakil Ketua Bidang Investasi Kadin Jatim), Maksum (Jurnalis), serta Hendro Purnama (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan Provinsi Jatim).

Tidak Melulu APBD

Sementara Gubernur Khofifah Indar Parawansa berharap, BUMD Jatim Award ini bisa mendorong bagi seluruh BUMD agar mereka merasa ada yang mengukur.

“Ibaratnya scoring system ya, melalui tim independen, karena APBD itu kan sebetulnya perannya kecil sekali. Jadi dia harus efektif menstimulir pertumbuhan ekonomi,” kata Khofifah.

Lewat apa? Pertama, bisa bersinergi dengan BUMD-nya. Kedua, bisa bersinergi dengan private sector-nya, Ketiga, mendapatkan support dari APBN.

“Jadi, kalau pembangunan di satu daerah hanya mengandalkan APBD, kayak Jatim itusekitar 1,7 persen dari PDRB saja. Kalau BPD Jatim itu 3,4 persen dari PDRB. Nah, di luar itu berati peran private sector, di luar itu peran UMKM,” tandasnya.

TERBAIK PERAIH BUMD JATIM AWARD 2019

  1. PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) – Kategori BUMD Provinsi Jatim
  2. PT Kasa Husada Wira Jatim – Kategori Anak Perusahaan BUMD Provinsi Jatim
  3. PDAM Kabupaten Jember – Kategori PDAM Kabupaten/Kota
  4. PT BPR Delta Arta Sidoarjo – Kategori BPR Kabupaten/Kota
  5. PT Bank Jatim Tbk– Grand Inovasi

» Baca Berita Terkait Pemprov Jatim, BUMD