Joe Angga: Kalau Rekom PDIP Turun Saya Pasti Tahu!

PILWALI SURABAYA: Sutjipto Joe Angga, siap dicalonkan PDIP di Pilwali Surabaya 2020. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PILWALI SURABAYA: Sutjipto Joe Angga, siap dicalonkan PDIP di Pilwali Surabaya 2020. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Politikus senior PDIP yang juga kandidat Wali Kota Surabaya, Sutjipto Joe Angga memastikan rekomendasi dari partainya untuk Pilwali Surabaya 2020 belum turun.

“Saya pastikan kalau rekom turun saya tahu,” tegasnya saat ditanya soal teka-teki rekomendasi PDIP, Jumat (10/7/2020) malam.

Sebelumnya, beredar kabar kalau rekomendasi PDIP sudah diturunkan ke Wakil Wali Kota Surabaya yang juga Wakil Ketua DPD PDIP Jatim Bidang Organisasi, Whisnu Sakti Buana meski hal itu dibantahnya.

Selain menyebut rekomendasi turun, Cak Angga — sapaan akrab Sutjipto Joe Angga — juga menyatakan kesiapannya untuk diusung PDIP di Pilwali Surabaya, baik sebagai bakal calon wali kota (L1) atau wakil wali kota (L2).

“Saya sangat siap, mau sebagai L1 atau L2. Saya kan sudah mendaftar dan jelas, walupun tidak seperti yang lain gantung wajah dimana-mana, akhirnya karena terjadi Covid-19 gantung wajah itu luntur,” katanya.

Tak sekadar siap maju, Cak Angga juga telah menyiapkan logistik dan relawan. “Saya berani katakan ada relawan 20 ribu di luar PDIP,” katanya.

“Relawan saya militan, ndak banyak bersuara, semua sangat idealis dan berpengalaman. Betul-betul, bukan loyalis tapi idealis,” sambungya.

Menurut Cak Angga, berbaris dalam satu barisan itu demi idealisme. Bukan loyalitas karena fanatisme tanpa mengabaikan idealisme.

Hal itu yang selalu ditanamkan dalam setiap diskusi, yakni berjuang bersama-sama demi idealisme. “Tinggal saat-saat ini bagaimana keputusan rekom. Saya tetap berharap tidak mbleset,” katanya.

Cak Angga mengakui kalau dirinya belum semarak kandidat lain, karena memang  belum pernah melepas striker dan menggantung baliho. Akun media sosialnya juga baru aktif satu dua bulan belakangan.

“Tapi saya sudah lumayan diundang atau mengadakan pertemuan. Memang tak bisa memuaskan semua kalangan, karena problem saya blak-blakan,” akunya.

Hal itu dilakukan, lantaran Cak Angga menghindari pencitraan, apalagi sampai di-setting segala. Baginya, keburukan ditutupi seperti apapun lama-lama akan terkuak juga.

“Mari kita memulai dengan yang murni dan yang ahli yang bisa membuka itu, bukan orang marketing. Memimpin Surabaya itu tanggung jawab besar,” ucapnya.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya