Harga Ikan Bandeng Anjlok! Khofifah Atasi dengan 4 Strategi

HARGA ANJLOK: Berkunjung ke Lamongan, Khofifah dicurhati soal harga ikan bandeng yang anjlok. | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR
HARGA ANJLOK: Di Lamongan, Khofifah dicurhati soal harga ikan bandeng yang anjlok. | Foto: Barometerjatim.com/HAMIM ANWAR

LAMONGAN, Barometerjatim.com – Kehadiran Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Pasar Ikan Lamongan, Kamis (23/6/2019), disambut keluhan petani tambak dan pedagang ikan. Terutama soal harga ikan bandeng yang anjlok!

“Ikan bandeng semula bisa Rp 30 ribu rupiah per kilogram, sekarang turun sampai Rp 20 ribu. Kalau ikan tombro sebelumnya Rp 15-20 ribu, sekarang cuma Rp 5-10 ribu,” keluh Mutmainah, salah seorang pedagang ikan pada Khofifah.

Mendapati keluhan tersebut, Khofifah menuturkan penurunan harga ikan tambak — terutama bandeng — akibat persoalan dari hulu hingga hilir. Karena itu, pemerintah segera turun tangan untuk mengatasinya.

Khofifah pun mengurai persoalan, sekaligus menawarkan empat strategi agar harga ikan tambak kembali normal. Pertama, para petani dinilai memanen bandeng terlalu kecil dengan alasan sudah waktunya masa tanam.

“Itu artinya ada siklus yang yang memang harus terkonfirmasi nantinya kepada para petani, termasuk petambak,” katanya.

Menurut Khofifah, idealnya ada ukuran waktu yang jelas bagi para petani kapan musim tanam maupun menyemai. Dengan demikian, menjelang musim panen mereka juga sudah menghitung musim tanam.

“Sehingga tidak memanen bandeng yang terlalu kecil menurut saya. Berarti ada siklus yang harus dikomunikasikan,” ucapnya.

Kedua, terkait kebutuhan di tempat pelelangan ikan, seperti cool storage (ruang pendingin). Hal itu, menurut Khofifah, juga sudah disampaikan Bupati Lamongan, Fadli maupun Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin, dua hari yang lalu.

“Kita coba melakukan pemetaan kebutuhan cool storage di semua titik-titik tempat pelelangan ikan, termasuk di Lamongan,” katanya.

Ketiga, mengkomunikasikan kembali kepada perusahaan-perusahaan yang raw material-nya berbasis ikan. “Saya akan ke salah satu perusahaan dari lima perusahaan di SIER yang memang bahan bakunya ikan, terutama bandeng,” ujarnya.

“Saya akan mengkomunikasikan bagaimana mereka bisa menyerap lebih banyak (ikan). Saya sudah mendapatkan peta kemampuan serap dari lima perusahaan yang ada di Surabaya itu.”

Khofifah berharap, dalam dua atau tiga hari ini, perusahaan tersebut bisa menyerap dalam jumlah lebih besar. “Diharapkan normalisasi harga bandeng relatif bisa terdorong untuk bisa sampai harga normal,” katanya.

Keempat, pasar ekspor. Menurut Khofifah, ada beberapa hal ketika oversupply — karena ikan yang kecil keburu dipanen akibat dikejar musim tanam — pada saat yang sama membutuhkan pasar ekspor yang lebih luas.

“Kebetulan pasar ekspor salah satu yang potensial adalah Panama, dan Juli pasarnya baru buka. Saya rasa pemetaan ini bisa dibuat lebih strategis,” tuntasnya.

» Baca Berita Terkait Pemprov Jatim, Khofifah