Pengurus Gereja se-Jatim Turut Banjiri Open House Khofifah

OPEN HOUSE: Khofifah menerima kehadiran tokoh Kristen Jatim di acara open house. | Foto: Barometerjatim.com/MARJAN
OPEN HOUSE: Khofifah menerima kehadiran pengurus gereja se-Jatim di acara open house. | Foto: Barometerjatim.com/MARJAN AP

SURABAYA, Barometerjatim.com – Makin membludak! Hari ketiga open house Khofifah Indar Parawansa di kediamannya, Jalan Jemursari VIII/124 Surabaya, Jumat (7/6/2019) kian dibanjiri warga dan elemen masyarakat untuk halal bi halal dengan gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut.

Salah satunya dari pengurus Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) Jatim. Selain bersilaturahim di moment lebaran, kedatangan para tokoh Keristen di Jatim itu juga untuk menyambung tali persaudaraan lintas agama.

“Ibu Khofifah juga ketua Muslimat NU, simbol dari satu titik kekuatan yang ada di Indonesia, sehingga kami datang bersama-sama dengan para pendeta ini bersilaturahim kepada Ibu Gubernur,” tutur Ketua Bamag Jatim, Agus Susanto.

“Pada intinya dalam proses kehidupan berbangsa hari ini, kehidupan pro eksistensi saling menghidupi satu dengan yang lainnya itu yang harus sekarang mulai dikembangkan,” sambungnya.

Sementara Khofifah menyampaikan terima kasih atas dukungan para tokoh agama dalam keikutsertaannya membangun Jatim yang sangat harmonis antarumat beragama.

Dia berharap, suasana yang cukup harmonis ini bisa dijaga dan semakin dibangun di masa-masa mendatang. Selain itu, Khofifah mengajak seluruh tokoh agama di Jatim turut membangun iman dan takwa masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Selain halal bi halal, pertemuan juga membicarakan soal kemajuan pembangunan di Jatim. Utamanya terkait kesenjangan wilayah yang terdapat jarak disparitas antarwilayah, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jatim yang masih rendah, serta persoalan pembangunan lainnya.

“Membicarakan banyak hal, karena ada banyak aspek bagaimana membangun Jatim. Bagaimana menjadikan Jatim sumber daya manusianya, IP-nya juga meningkat, tadi dibicarakan secara detail dan sebagainya,” katanya.

Hal itu dibicarakan, agar ke depan hal-hal yang bersifat tidak sinkron bisa segera dirapikan dengan baik. “Itu contoh dan bentuk sumbangsih kami dari para pendeta dan umat Kristen yang ada di Jatim pada Pemprov Jatim,” tandas Agus.

» Baca Berita Terkait Pemprov Jatim, Lebaran