Gencar Sasar Jatim, Pengamat: KPK Tak Ada Pesanan Politik!

GENCAR SASAR JATIM: Petugas KPK usai menggeledah rumah Karsali, mantan ajudan Pakde Karwo, Jumat (9/8/2019). | Foto: IST
GENCAR SASAR JATIM: Petugas KPK usai menggeledah rumah Karsali, mantan ajudan Pakde Karwo, Jumat (9/8/2019). | Foto: IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah pensiunan dan pejabat Pemprov Jatim. Mereka — mulai dari Sukardi hingga Karsali — selama ini dikenal sebagai orang dekat mantan Gubernur Jatim, Soekarwo alias Pakde Karwo.

Adakah gelagat non hukum di balik penggeledahan tersebut? Pengamat politik asal Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam melihat KPK masih steril dari kepentingan non hukum.

“Terlalu berisiko jika KPK punya motif lain. Rekam jejak KPK masih positif dan bisa dipercaya dalam proses penyelidikan dan penyidikan,” katanya saat dihubungi Barometerjatim.com, Jumat (9/8/2019) malam.

“Saya kok tidak melihat sama sekali ada gelagat request (pesanan) untuk KPK. Apalagi jika dikaitkan dengan kepentingan politik di Jatim, rasanya terlalu mengada-ada,” sambungnya.

Penggeledahan yang gencar dilakukan KPK dalam tiga hari ini, lanjut Surokim, karena adanya petunjuk baru dalam proses penyelidikan dan penyidikan.

“Saya pikir terlalu spekulatif menduga ke arah motif politik di Jatim,” tandas peneliti senior di lembaga survei Surabaya Survey Center (SSC) tersebut.

Apalagi KPK punya SOP (Standard Operating Procedure) yang ketat soal penyelidikan dan penyidikan, tidak tebang pilih alias serius dalam memerangi korupsi, siapapun itu.

“Tugas KPK memang harus memerangi korupsi extraordinary gitu. Jika sekarang terus mengelinding di Jatim, sekali lagi cukup sulit menghubungkan itu dengan request politik,” tegasnya.

“Jika KPK bekerja karena request, mereka sudah mengali kubur sendiri dan itu sangat kecil kemungkinannya dengan melihat track record dalam menanggani kasus hukum selama ini.”

Kalaupun sekarang proses itu terus menyasar pensiunan dan pejabat yang selama ini dikenal dekat dengan Pakde Karwo, hal itu semata-mata karena adanya petunjuk baru yang diterima KPK.

“Saya pikir KPK tak akan tebang pilih. Tidak ada keraguan saya melihat sepak terjang KPK dalam menanggani masalah hukum di Jatim ini, semata-mata karena proses adanya petunjuk baru yang bisa jadi akan menyisir banyak pihak terkait,” tuntasnya.

» Baca Berita Terkait KPK, Soekarwo