Eri Cahyadi Oke: Data Tak Akurat, SCWI Kelihatan Bodoh!

RELAWAN ERI CAHYADI: Mohammad Syafii, sebut SCWI asal tuding dan terkesan bodoh. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
RELAWAN ERI CAHYADI: Mohammad Syafii, sebut SCWI asal tuding dan terkesan bodoh. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Di saat para kandidat harap-harap cemas menanti rekomendasi, Surabaya Corruption Watch Indonesia (SCWI) malah melontarkan kecurigaan kalau Kepala Bappeko, Eri Cahyadi memanfaatkan anggaran Covid-19 untuk kepentingan ‘kampanye’ di Pilwali Surabaya 2020.

Relawan Eri Cahyadi yang tergabung dalam Eri Cahyadi Oke (ECO) pun angkat bicara, lantaran lontaran SCWI dianggap tanpa didasari data yang akurat dan terkesan bodoh.

“Menurut saya, SCWI kurang kredibel karena data-data yang dia ambil itu tidak ada. Jadi terkesan SCWI ini tidak smart. Lha kalau itu diumumkan ke publik dia kelihatan bodoh, jadi kurang smart, kurang akurat,” kata Koordinator ECO, Mohammad Syafii, Selasa (14/7/2020).

Lantaran data yang disampaikan ke publik tersebut dinilai tidak akurat, tandas Syafii, SCWI baik secara lembaga maupun person justru potensial berurusan dengan hukum.

“Ke depan dia pasti akan bisa bersangkutan dengan hukum, karena ya itu tadi data-data yang dirilisnya tidak ada,” tandasnya.

Bukankah di lapangan memang beredar pembagian beras bergambar Eri Cahyadi? Syafii tak memungkiri. Namun dia memastikan kalau gambar tersebut bukan dari atau didanai Eri, melainkan murni iuran relawan.

“Memang benar ada sosialisasi penanggulangan Covid-19 bergambar Mas Eri, tapi itu dengan anggaran uang pribadi kita, urunan. Jadi tidak ada sedikit pun anggaran dari Mas Eri, enggak ada,” jelasnya.

“Ya kita tahu sendiri lah Mas Eri ini sekarang birokrat. Kita dari ECO juga ingin berbagi untuk sama-sama menghijaukan Surabaya lagi supaya bisa sehat semua dari Covid-19. ECO itu sudah membagikan ribuan masker, beras, tapi itu dari swadaya teman-teman.”

Lagi pula, kata Syafii, tidak masuk akal kecurigaan SCWI tersebut karena Eri belum mengantongi rekomendasi dari Parpol manapun untuk maju di Pilwali Surabaya 2020, apalagi tudingannya sudah melakukan kampanye.

Lantas, langkah apa yang akan ditempuh ECO? “Kita harapkan SCWI bisa mengklarifikasi apa yang terjadi, karena kalau ini berkelanjutan bisa berdampak hukum,” ucapnya.

Akankah ECO melayangkan somasi ke SCWI? ” Belum, belum. Kita ingin beliaunya itu benar-benar berhati-hati dalam bicara karena membawa organisasi. Bisa-bisa itu juga pembunuhan karakter, menjatuhkan nama baik, bahaya itu,” tuntas Sayafii.

Dana Covid-19 untuk Kampanye

PILWALI SURABAYA: Hari Cipto Wiyono, curigai Eri Cahyadi pakai anggaran Covid-19 untuk kampanye. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PILWALI SURABAYA: Hari Cipto Wiyono, curigai Eri pakai anggaran Covid-19 untuk kampanye. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Sebelumnya, Koordinator SCWI Hari Cipto Wiyono menyebut Eri Cahyadi (EC) tidak gentleman karena memanfaatkan jabatannya dengan menggunakan dana APBD untuk keperluan kampanye di Pilwali Surabaya 2020.

“Ini kan ada kecurigaan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh EC untuk kepentingan kampanye. Kalau uang pribadi enggak apa-apa, lepas baju secara gentlemen mengundurkan diri sebagai pegawai negeri,” ujar Cipto kepada media online di gedung DPRD Kota Surabaya.

“Ini namanya, dia membonceng kampanye dirinya di tengah momentum pandemi Covid-19. EC memberi bantuan, tapi pake duite rakyat, duite negara sambil kampanye,” tandasnya.

Bahkan Cipto mengancam akan melaporkan Eri terkait penyalahgunaan wewenang setelah bukti-bukti yang dikumpulkan lengkap. “Setelah semua bukti lengkap, saya akan menempuh jalur hukum,” tegasnya.

BERGAMBAR ERI CAHYADI: ECO bagi-bagi masker dan beras bergambar Eri Cahyadi. Anggaran dari iuran relawan? | Foto: IST
BERAS ERI CAHYADI: ECO bagi-bagi masker dan beras bergambar Eri Cahyadi. Anggaran dari iuran relawan? | Foto: IST

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya