Wacana Duet Whisnu-Gus Hans, Keluarga Marhaen: Sangat Ideal!

DUET IDEAL: Sri Setyadji, duet nasionalis-religius ideal diusung PDIP di Pilwali Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
DUET IDEAL: Sri Setyadji, duet nasionalis-religius ideal diusung PDIP di Pilwali Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Wacana duet Whisnu Sakti Buana-Zahrul Azhar Asumta alias Gus Hans di Pilwali Surabaya 2020 semakin menguat. Bahkan, pasangan yang merepresentasikan kelompok nasionalis-religus itu dipandang sangat ideal.

“Satu pasangan yang sangat ideal ya,  karena secara historis pun antara hijau dan merah tidak bisa dipungkiri, itu bagian dari sejarah yang besar andilnya dalam membentuk NKRI,” kata Wasekjen Keluarga Besar Marhaen (KBM) Indonesia, Sri Setyadji di Surabaya, Selasa (14/7/2020).

“Histori antara merah dan hijau itu sudah terbangun sejak 1928. Ibaratnya suami-istri, di situ ada hijau pasti ada nasionalis, di situ ada nasionalis pada ada hijau,” tandasnya.

Apakah kehadiran Gus Hans benar-benar bisa diterima kader PDIP dan kolompok merah? Menurut Sri Setyadji, massa atau simpatisan maupun kader PDIP sangat militan. Baik pra, saat, maupun pasca rekomendasi turun mereka selalu solid.

Kalaupun sekarang mereka punya keinginan sendiri-sendiri hal itu biasa saja, dan menjadi bagian dari dinamika politik karena masih dalam proses. Tidak hanya di PDIP tapi juga di Parpol yang lain.

“Tapi nanti kalau sudah ada rekom dari DPP, siapa pun yang direkom pasti diamankan. Massa itu kan tergantung dari simpul siapa yang punya, jadi mulai DPD pun akan all out memenangkan itu,” katanya.

Namun Sri Setyadji tak mau bernadai-andai apakah duet Whisnu-Gus Hans bisa mengalahkan kandidat lainnya, Machfud Arifin yang bakal diusung koalisi besar Parpol.

Menurutnya, setiap pasangan calon yang masuk kompetisi pasti punya kelas, kualifikasi, integritas, popularitas, maupun elektabilitas tersendiri.

“Seandainya yang dicalankan itu, hari ini yang lagi ramai kan WS-GH (Whisnu-Gus Hans), masing-masing punya modal. WS punya modal investasi politik cukup besar, GH juga punya investasi politik,” katanya.

Seperti diketahui, Machfud kemungkinan besar akan diusung delapan Parpol, yakni PKB (5 kursi), PPP (1), Nasdem (3), Golkar (5), Demokrat (4), PAN (3), Gerindra (5), dan PKS (5) atau total 31 kursi di DPRD Surabaya.

Praktis tinggal PSI (4) yang belum menjatuhkan pilihan. Kedelapan Parpol pengusung Machfud tersebut akan ‘mengeroyok’ PDIP yang bermodal 15 kursi untuk memenangkan pertarungan di Pilwali Surabaya 2020.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya