Di Tulungagung, Corona Bisa Diusir Lewat Kampung Tangguh

KAMPUNG TANGGUH: Khofifah di Pos Digital Astuti Desa Bolorejo, Kauman, Tulungagung. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
KAMPUNG TANGGUH: Khofifah di Pos Digital Astuti Desa Bolorejo, Kauman, Tulungagung. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

TULUNGAGUNG, Barometerjatim.com – Konsep kampung tangguh terbukti mampu mengusir virus Corona (Covid-19). Hal itu bisa dilihat di Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung.

Semula, di kampung ini terdapat dua pasien terkonfirmasi positif Covid-19, tiga Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan 122 Orang Dalam Pemantauan (ODP). Tapi kini berubah menjadi zero Corona.

Tak hanya itu, Desa Bolorejo bisa jadi satu-satunya kampung tangguh di Indonesia yang memiliki posko digital. Posko ini terhubung dengan command center Pos Digital Astuti (Agunge Sikap Tulung Tinulung) Kampung Tangguh Polres Tulungagung.

Kehadiran posko ini juga mampu memutus tali birokrasi yang panjang, sehingga penanganan ketika terjadi masalah lebih cepat, karena masyarakat bisa melakukan pengaduan dan konsultasi selama 24 jam.

“Pos Digital Astuti ini luar biasa! Ini akan menjadi salah satu referensi kampung tangguh,” puji Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat melakukan peninjauan bersama Forkopimda Jatim, Minggu (7/6/2020).

Selain itu, ada pula panic button yang bisa diakses saat keadaan darurat. Masyarakat sekitar mengaku sangat terbantu dengan kehadiran kampung tangguh ini.

“Kecanggihan dari fasilitas keamanan, menurut saya, karena elemen-elemennya sudah jadi. Tolong solidaritas masyarakat dijaga. Ini akan menjadi role model lagi dan inovasi positif di tengah pandemi,” tandasnya.

Sikap kegoyongroyongan diperlihatkan masyarakat dengan memiliki bank sampah, ruang isolasi, posko kesehatan, posko siaga bencana, screening room, ketahanan pangan kolam lele, dapur umum, rumah singgah bagi warga dari luar kota yang berkunjung, hingga pos pemulasaraan jenazah dan gali kubur.

Inilah yang membuat Desa Bolorejo menjadi fitur Kampung Tangguh Semeru karena warga sekitar dan perangkat desa sangat peduli. Alhasil, warga yang terpapar Covid-19 menjadi sembuh semua.

“Pertahankan ya,” pintar Khofifah. “Nanti ini bisa diikutkan inovasi,” sambung gubernur yang juga ketua umum PP Muslimat NU tersebut.

Kerja Sama Tiga Pilar

ZERO CORONA: 122 ODP, 3 PDP dan 2 positif di Desa Bolorejo disapu dengan kampung tangguh. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
ZERO CORONA: 122 ODP, 3 PDP dan 2 positif di Desa Bolorejo disapu dengan kampung tangguh. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo menambahkan, di Tulungagung terdapat 20 kampung tangguh yang tersebar di 19 kecamatan. Bahkan ada yang satu kecamatan yang memiliki dua kampung tangguh.

“Kampung tangguh merupakan kerja sama dari tiga pilar, serta seluruh masyarakat Kabupaten Tulungagung untuk memutus mata rantai Covid-19 di Tulungagung,” ungkap Maryoto.

Merujuk laporan Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia, Gugus Tugas Covid-19 setempat aktif melaksanakan patroli tiga pilar di warung-warung kopi, serta mengimbau agar masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Selain itu, pembagian bantuan sosial kepada masyarakat terdampak juga lancar. Lalu dilakukan rapid test di pasar maupun swalayan, pemberian vitamin, serta memaksimalkan one gate system hingga melibatkan seluruh stakeholder dan tenaga ahli.

Kapolda Jatim, Irjen Pol M Fadil Imran turut mengapresiasi pembentukan kampung tangguh di Desa Bolorejon, terlebih didasari kegotongroyongan untuk menanggulangi Corona.

“Anda lihat sendiri kan, tadi ada dua PDP, kemudian dua yang terkonfirmasi. Dengan adanya kampung tangguh kemudian itu menjadi zero (bersih dari terpapar Corona). Ini kan yang harus kita beri apresiasi,” katanya.

SIAGA: Petugas lengkap dengan baju hazmat di depan rumah pemulasaraan jenazah. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
SIAGA: Petugas lengkap dengan baju hazmat di depan rumah pemulasaraan jenazah. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

» Baca Berita Terkait Wabah Corona