Risma Tolak Perpanjang PSBB, Sekdaprov: Ya Ndak Apa-apa

PSBB SURABAYA RAYA: Heru Tjahjono, perpanjangan PSBB kewenangan kabupaten/kota. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PSBB SURABAYA RAYA: Heru Tjahjono, perpanjangan PSBB kewenangan kabupaten/kota. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

TULUNGAGUNG, Barometerjatim.com – Senin (8/6/2020) besok, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap ketiga Surabaya Raya — Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Gresik — berakhir. Akankah diperpanjang lagi atau memilih transisi menunju new normal?

Sekdaprov yang juga Ketua Koordinator PSBB Jatim, Heru Tjahjono menuturkan keputusan akan diambil setelah rapat koordinasi dengan Forkopimda ketiga wilayah tersebut di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, malam ini.

“Nanti, masih dikoordinasikan, jadi nanti koordinasi antara Sidoarjo, Gresik dan Surabaya,” kata Heru di sela mendampingi Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa meninjau Kampung Tangguh Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman, Tulungagung, Minggu (7/9/2020).

Bagaimana kalau ketiga wilayah tersebut menolak PSBB diperpanjang lagi? “Ya ndak apa-apa. Boleh saja, bisa dilakukan, yang menentukan masih berlanjut apa ndak ya kabupaten masing-masing. Provinsi cuma memediasi,” tandas Heru.

Namun Heru enggan menjelaskan saat ditanya soal hasil evaluasi PSBB tahap ketiga Surabaya Raya, termasuk hasil analisis epidemiologi.

Wis, wis (sudah, sudah). Itu (yang jawab) Pak Joni (Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim, dokter Joni Wahyuhadi),” katanya. Soal tren kesembuhan Corona (Covid-19) di Surabaya yang membaik? “Ya bagus,” singkatnya.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini alias Risma mengaku akan mengusulkan untuk tidak memperpanjang PSBB di kota yang dipimpinnya.

Terlebih sangat berdampak pada permasalahan ekonomi warga yang harus bisa mencari makan. Selain itu, tren kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Surabaya terus merangkak naik dari hari ke hari.

“Mudah-mudahan usulan saya diterima. Kita tidak lakukan itu (perpanjangan PSBB), tapi protokol kesehatannya harus diperketat,” katanya saat meninjau renovasi Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).

“Jadi, protokol itu harus dijalankan, karena ini menyangkut masalah ekonomi warga juga. Jangan sampai kemudian dia tidak bekerja dan tidak bisa mencari makan,” imbuhnya.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona, PSBB