Berpeci Wasiat, Whisnu Daftar Penjaringan Cawali Lewat PDIP

MENDAFTAR: Whisnu Sakti Buana mendaftar penjaringan Bacawali yang digelar PDIP. | Foto: Barometerjatim.com/WIRA HARLIJADI
MENDAFTAR: Whisnu mendaftar penjaringan Bacawali Surabaya yang digelar PDIP. | Foto: Barometerjatim.com/WIRA HARLIJADI

SURABAYA, Barometerjatim.com – Makin terbuka, siapa saja kader PDIP yang berniat bertarung di Pilwali Surabaya 2020. Setelah Armuji dan Eddy Tarmidi, kini giliran Whisnu Sakti Buana mengikuti penjaringan Bacawali lewat ‘partai banteng’.

Whisnu mendaftar penjaringan Bacawali ke kantor DPC PDIP Surabaya di Jalan Setail Nomor 8, Kecamatan Wonokromo, Minggu (8/9) sekitar pukul 10.30 WIB.

Kedatangan Whisnu yang ditemani istrinya, Dini Syafariah Endah serta ratusan pendukungnya diterima Ketua DPC PDIP Surabaya, Adi Sutarwijono alias Awi serta pengurus harian lainnya.

Saat mendaftar, ada yang menarik dari peci hitam yang dikenakan politikus yang akrab disapa WS tersebut. Peci yang dilengkapi pin bergambar Bung Karno itu terlihat lawas dan warnanya mulai pudar.

Namun peci tersebut rupanya mempunyai nilai sejarah bagi Whisnu. “Ini dulu dibelikan almarhumah ibu saya,” terang mantan ketua DPC PDIP Surabaya selama dua periode (2009-2014 dan 2014-2019) tersebut.

Whisnu menjelaskan, Peci tersebut dibelikan almarhumah ibunya, Sudjamiek pada 2014 saat hendak dilantik sebagai wakil wali kota Surabaya mendampingi Wali Kota Tri Rismaharini alias Risma.

Usai mendaftar, Whisnu mengungkapkan sebagai petugas partai dirinya siap ditugaskan partai dimana saja, termasuk jika direkomendasi untuk maju di Pilwali Surabaya 2020.

“Jika oleh partai ditugaskan sebagai calon wali kota, maka tentu saya siap dan siap memenangkan PDIP di Surabaya,” ujarnya.

Dia juga berpesan kepada seluruh kader ‘banteng’ di Surabaya untuk tetap menjaga kekompakan dan kesolidan.

“Kekompakan dan kesolidan seluruh kader dan simpatisan, niscaya akan membawa kemenangan PDIP di Surabaya,” tegas Whisnu disambut riuh pendukungnya.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya, PDIP