Eri Cahyadi Butuh Kerja Keras untuk Masuk ‘Kandang Banteng’

PERSAINGAN SENGIT: Eri Cahyadi, perlu kerja ekstra keras untuk mendapat rekom PDIP. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PERSAINGAN SENGIT: Eri Cahyadi, perlu kerja ekstra untuk mendapat rekom dari PDIP. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Di luar kader, peluang Eri Cahyadi diusung PDIP di Pilwali Surabaya 2020 memang paling besar. Tapi menurut Pengamat Politik Surokim Abdussalam, kepala Bappeko Pemkot Surabaya itu tetap harus bekerja keras untuk bisa masuk ke ‘kandang banteng’.

“Sejauh ini memang sinyal-sinyal itu terlihat kian jelas, tetapi (pendaftaran Cawali) kan masih delapan bulan lagi,” katanya pada Barometerjatim.com, Kamis (22/8/2019).

“Eri tentu harus bekerja keras untuk bisa masuk di internal PDIP karena persaingan tidak ringan,” sambung pengamat yang juga Dekan FISIP Universitas Trunojoyo Madura (UTM) itu.

Tapi jika elektabilitasnya terus naik, maka peluang Eri diusung PDIP kian terbuka. Kendati harus diingat, kehendak Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri tetap menjadi faktor utama di internal Parpol pemenang Pileg 2019 itu.

“Sekali lagi, tidak mudah untuk bisa bersiang dan masuk dalam skema usulan PDIP, karena saya pikir PDIP tetap mengusung misi wajib menang di Pilwali Surabaya,” ujar Surokim.

Maka, PDIP akan mengambil calon yang secara elektabilitas dianggap aman, dan masih punya prospek untuk bisa naik seiring dengan pertumbuhan pemilih rasional di Kota Pahlawan.

Lagi pula, calon yang akan muncul tidak hanya dari faksi internal PDIP Surabaya, tapi bisa pula dari pusat. Ini yang membuat internal PDIP bakal kian dinamis, kompetitif, dan kontes berebut rekom bakal jauh lebih sengit.

“Saya pikir perkembangan di last minutes, Maret 2020 yang akan menentukan,” kata Surokim.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya, Eri Cahyadi