Kamis, 26 Mei 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

April 2022 Inflasi Jawa Timur Sentuh 1,05 Persen, Anwar Sadad: Ini Alarm Bahaya!

Berita Terkait

ALARM BAHAYA: Awar Sadad, inflasi April 2022 Jatim sentuh angka 1,05 persen alarm bahaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
ALARM BAHAYA: Awar Sadad, inflasi April 2022 Jatim sentuh angka 1,05 persen alarm bahaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur dalam rilisnya Senin (9/5/2022), membeber inflasi bulanan Jatim di April 2022 menyentuh angka 1,05 persen.

Menurut Wakil Ketua DPRD Jatim dari Fraksi Partai Gerindra, Anwar Sadad, inflasi 1,05 persen tersebut patut diwaspadai karena tertinggi sejak Januari 2017.

“Penyebabnya tentu kompleks, dari langkanya minyak goreng hingga naiknya harga BBM, juga faktor instabilitas perdagangan dan ekonomi dunia akibat perang Rusia-Ukraina,” katanya, Sabtu (14/5/2022).

Siapa yang terpukul dengan naiknya inflasi? “Sudah pasti orang miskin! Daya beli mereka pasti drop. Akibatnya jumlah kemiskinan dipastikan akan kembali naik naik,” ucapnya.

Angka kemiskinan di Jatim yang dirilis Januari 2022 lalu, lanjut Sadad, memang menunjukkan tren turun. Tapi ini bisa jadi ambyar.

“Kenapa? Tren kenaikan angka inflasi terlihat sejak Maret 2022, yaitu 0,71 persen. Angka ini sudah tergolong tinggi sejak dua tahun terakhir,” katanya.

Tanda-tanda badai inflasi ini akan berdampak buruk, lanjutnya, tergambar dari Nilai Tukar Petani (NTP) yang terus turun dalam dua bulan terakhir.

“Tentu kita semua berharap, ada langkah konkret mengatasi hal ini,” tandas legislator yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Jatim tersebut.

Terlebih pada pembukaan Musrenbang RKPD 19 April 2022 lalu, Dirjen Perimbangan Keuangan, Astera Primanto Bhakti memberikan catatan perlunya kerangka kebijakan dan strategi pemulihan ekonomi yang sistematis dan terpadu.

“Catatan ini perlu direspons dengan baik, agar kesiapan Jatim sebagai yang tercepat dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi tak hanya menjadi jargon,” kata Sadad.

“Angka inflasi sebesar 1,05 persen di bulan April 2022 ini alarm bahaya. Kita perlu optimis, tapi harus dibarengi dengan aksi nyata sebagai langkah antisipasi,” tegasnya.

Di luar itu semua, angka 1,05 persen ini sekaligus menjadi ujian kesetiakawanan, mengingat inflasi tak terlalu berdampak bagi masyarakat yang mampu.

“Karena itu, sebagai Ketua DPD Gerindra, saya berharap kader-kader Gerindra di daerah menginisiasi aksi-aksi sosial berupa baksos pembagian sembako, diarahkan ke kantong-kantong kemiskinan,” pintanya.

Delapan Daerah Alami Inflasi 

INFLASI JATIM: Perkembangan inflasi bulanan dan tahunan Jatim rilis BPS Jatim. | Sumber: BPS Jatim
INFLASI JATIM: Perkembangan inflasi bulanan dan tahunan Jatim rilis BPS Jatim. | Sumber: BPS Jatim

Sebelumnya, BPS Jatim merilis inflasi Jatim di April 2022 tercatat 1,05 persen. Untuk inflasi tahun kalender (April 2022 terhadap Desember 2021) tercatat 2,28 persen, sedangkian inflasi tahun ke tahun (April 2022 terhadap April 2021/y-o-y) tercatat sebesar 4,01%.

“April 2022 merupakan awal triwulan kedua yang bersamaan juga dengan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri, sehingga dari catatan kami terjadi kenaikan harga di tingkat eceran yang cukup tajam,” ujar Kepala BPS Jatim, Dadang Hardiwan.

Menurutnya, dari delapan kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jatim, seluruhnya mengalami infasi. Infasi tertinggi terjadi di Kota Malang sebesar 1,44 persen dan terendah di Kabupaten Sumenep 0,95 persen.

Infasi terjadi, tuturnya, karena adanya kenaikan harga secara umum yang ditunjukkan naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran. Dari sebelas kelompok pengeluaran, sembilan kelompok mengalami infasi, satu kelompok deflasi dan satu kelompok lainnya tidak mengalami perubahan.

Kelompok pengeluaran yang mengalami  infasi tertinggi yakni kelompok transportasi sebesar 3,04 persen, diikuti kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,56 persen.

Sedangkan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami deflasi 0,01 persen. Adapun kelompok pengeluaran yang tidak mengalami perubahan yakni pendidikan.

INFLASI & DEFLASI: 10 komoditas penyumbang inflasi dan deflasi pada April 2022. | Sumber: BPS Jatim
INFLASI & DEFLASI: 10 komoditas penyumbang inflasi dan deflasi pada April 2022. | Sumber: BPS Jatim

» Baca berita terkait Kemiskinan. Baca juga tulisan terukur lainnya Rofiq Kurdi.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -