Wabup Sumenep: Di PDIP Biasa Cepat Panas, Cepat pula Selesai!

LUMRAH DI PDIP: Achmad Fauzi, suasana panas di PDIP hal biasa dan cepat selesai. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
LUMRAH DI PDIP: Achmad Fauzi, suasana panas di PDIP hal biasa dan cepat selesai. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Wakil Bupati (Wabup) Sumenep, Achmad Fauzi menyebut suasana “panas” di internal PDIP sebagai hal yang biasa. Termasuk di DPC Surabaya akibat menolak penunjukan Adi Sutarwijono sebagai ketua, menggantikan Whisnu Sakti Buana.

“Tidak lama itu, pasti sudah clear nanti. Biasa di PDIP itu cepat panas, tapi cepat pula selesainya. Tidak terlalu lama di PDIP itu, malah sesaat biasanya. Selesai, yakin saya,” katanya di Surabaya, Kamis (11/7/2019).

Lantas bagaimana penyelesaiannya? Fauzi yang terpilih sebagai ketua DPC PDIP Sumenep periode 2019-2024 hasil Konfercab Minggu (7/7/2019) lalu, menuturkan DPD PDIP Jatim akan turun untuk memfasilitasi.

“Bisanya nanti dikonsolidasikan, dipanggil, dipertemukan. Nanti DPD akan panggil dulu, difasilitasi dulu,” terang penulis buku Saatnya Move On tersebut.

Fauzi juga memastikan, suasana pasca Konfercab tidak akan sampai mereduksi PDIP maupun calon yang akan diusungnya di Pilkada serentak 2020, karena pergantian pengurus hal yang lumrah di partai banteng.

“Ada kadang pengurus yang sudah diganti, kemudian naik ke DPD. Ada juga yang memang sudah lima tahun memimpin, jadi biasa saja pergantian itu di PDIP,” tandasnya.

SK Bukan Rekomendasi

Terkait SK penunjukan ketua, sekretaris dan bendahara (KSB) yang diributkan sejumlah pengurus PAC dan PC, Fauzi memastikan SK tersebut asli, bukan baru rancangan atau rekomendasi dari DPP.

“Waktu amplop dibuka, bentuknya memang sudah SK. Ditandatangani ketua umum (Megawati Soekarnoputri) dan Sekjen (Hasto Kristiyanto), tanda tangan basah,” jelasnya.

Amplop tersebut, jelas Fauzi, dibuka dan dibacakan pengurus DPP di depan para PAC. Setelah ditunjuk, KSB terpilih kemudian berembuk untuk memasukkan nama-nama pengurus dan dilantik saat itu juga.

“Dilantik bersama-sama. Ada (PC) Pasuruan, semuanya. Kecuali yang masih menolak kayak Surabaya, karena hanya KSB saja kan. Kalau KSB belum clear belum ada pelantikan, karena belum susun kepengurusan,” jelasnya.

» Baca Berita Terkait PDIP, Megawati