Usai Meja-Kursi Melayang, PAC PDIP Surabaya Patuhi Megawati!

RICUH: KONFERCAB: Meja dan kursi melayang di arena Konfercab PDIP Surabaya. | Foto: Capture Video
RICUH KONFERCAB: Meja dan kursi melayang di arena Konfercab PDIP Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/Capture Video

SURABAYA, Barometerjatim.com – Ruang Konfercab PDIP Surabaya di Empire Palace Surabaya, Minggu (7/7/2019), ricuh! 31 Pimpinan Anak Cabang (PAC) menolak SK DPP PDIP yang diteken Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan Sekjen Hasto Kristiyanto.

Mereka tidak puas atas penunjukan Adi Sutarwijono (Awi) sebagai ketua DPC PDIP Surabaya periode 2019-2024, menggantikan Whisnu Sakti Buana yang telah 10 tahun memimpin partai banteng di Kota Pahlawan.

Beberapa kader, bahkan terlihat melemparkan meja dan kursi ke atas untuk meluapkan kekecewaannya. Pimpinan sidang yang merupakan utusan DPP, Nusyirwan Soejono dan Ribka Tjiptaning pun dibuat sibuk untuk menenangkan kader yang tidak puas.

Tak mempan dengan imbauan pimpinan sidang, sejumlah kader turut menenangkan rekannya. “Mas, mas, jangan mas, ini milik orang mas,” kata salah seorang kader yang melihat rekannya melemparkan kursi dan meja.

Usai Konfercab, Ketua PAC Sawahan, Iwan Tjandra saat ditanya wartawan menunjukkan sikap ketidakpuasannya atas putusan DPP tersebut.

“Usulan 31 PAC pada Rakercab, 27 Juni 2019 sepakat mengusulkan nama Whisnu. Tapi hasil yang dibacakan tadi berbeda, jelas kami kaget,” katanya.

Namun sehari setelah Konfercab, ketegangan mulai reda. Senin (8/7/2019) hari ini, sejumlah PAC berubah sikap, menyatakan kesetiaan, loyal dan patuh pada keputusan DPP terkait penunjukan Awi.

“Setelah Konfercab kemarin, kami melakukan evaluasi, melakukan perenungan. Kesimpulan kami, PAC Tenggilis Mejoyo setia kepada keputusan Ibu Megawati Soekarnoputri. Kami patuh kepada DPP PDIP,” ucap Ketua PAC PDIP Tengggilis Mejoyo, Sumardiyono.

“Lagi pula, sepanjang sejarah, DPP PDIP tidak pernah mengubah sebuah keputusan. Hemat kami, keputusan tentang ketua, sekretaris dan bendahara (KSB) DPC PDIP Surabaya sudah final. Tidak mungkin berubah,” imbuh Fernandes, sekretaris PAC Tenggilis Mejoyo.

Sikap sama disampaikan Ketua PAC PDIP Rungkut, Andhy Puryanto. Penunjukan Awi tersebut dipandang sebagai semangat regenerasi di tubuh PDIP Surabaya.

“Kami patuh kepada DPP PDIP. Kami yakin, penetapan kepemimpinan baru di DPC Surabaya, salah satunya dilandasi semangat regenerasi,” katanya.

Ketua PAC PDIP Gununganyar, Kartiko juga senada. “Ini sesuai arahan Mas Whisnu, kemarin sebelum Konfercab ditutup. Kami yakin keputusan DPP PDIP sudah final dan kami patuh,” katanya.

“Kami siap mendukung kepemimpinan baru di Kota Surabaya, di bawah Ketua DPC yang baru, Adi Sutarwijono,” tegas Wakil Ketua PAC PDIP Gununganyar, Jemmy Wulur.

» Baca Berita Terkait PDIP, Megawati