Tak Mau Politisasi Corona, Gus Hans Pilih Sosialisasi di Medsos

PIWALI SURABAYA: Gus Hans, hentikan sosialisasi tatap muka dan pengumpulan massa. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PILWALI SURABAYA: Gus Hans, hentikan sosialisasi tatap muka dan pengumpulan massa. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Kandidat wali kota Surabaya, Zahrul Azhar Asumta memilih menghentikan sosialisasi tatap muka dan pengumpulan massa di tengah wabah virus Corona (Covid-19). Terlebih Surabaya masuk zona merah alias daerah terjangkit.

“Intinya, saya tidak mau mempolitisasi dan mempolitisir atau memanfaatkan kondisi seperti ini untuk kepentingan politik,” kata kiai muda yang akrab disapa Gus Hans tersebut, Rabu (26/3/2020) malam.

Sehingga, tandas Gus Hans, “Saya memutuskan untuk tidak melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang bersifat pengumpulan massa.”

Sebagai gantinya, Jubir Khofifah-Emil Dardak di Pilgub Jatim 2018 itu akan lebih banyak melakukan sosialisasi lewat media sosial (medsos) serta media lainnya. Tidak harus face to face dan bertemu dengan banyak orang.

“Tetap menyapa masyarakat. Tapi kalau untuk turun ke lapangan, terus mengatasnamakan peduli Corona, hati saya belum sampai ke sana, kasihan,” katanya.

Selebihnya, Sekjen Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) itu mengajak semuanya agar tidak memanfaatkan isu Corona untuk kepentingan apapun, termasuk Pilkada.

“Menurut saya tidak manusiawi, ini adalah bencana yang harus dihadapi bersama-sama. Kalau kita memiliki kemampuan untuk membantu, bisa diserahkan kepada pemerintah. Ini sifatnya kuratif, harus melibatkan ahli,” paparnya.

Kalau misalnya masyarakat ingin terlibat, saran Gus Hans, cukup di wilayah promotif preventif, yakni dengan cara mengurangi interaksi dengan orang lain jika memang sangat tidak diperlukan.

Selain itu, jangan membawa-bawa agama untuk mendebat keputusan pemerintah. Sebab, agama hadir untuk melindungi umatnya. Sama halnya dengan pemerintah, negara hadir untuk melindungi rakyatnya.

“Beribadah pun kalau kita waswas, kan enggak bagus. Ya sudah, yakin saja kepada pemerintah bahwa itu ikhtiar untuk mengurangi dampak negatif dari penyebaran virus. Serahkan ahlinya, kita enggak usah ikut ke wilayah kuratif, nanti malah jadi korban,” paparnya.

Gus Hans juga meminta relawannya, selama wabah Corona belum berakhir, kegiatan apapun yang melibatkan dirinya agar di-hold. Ini sekaligus sesuai dengan anjuran pemerintah agar masyarakat melakukan social distancing.

“Pengajian, syuting, semuanya saya hold dulu untuk menunjukkan bahwa kita ini simpati dan respek dengan kinerja pemerintah,” tuntasnya.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona