ODP Corona di Jatim Capai 2.542 Orang, PDP Naik Jadi 190

UPDATE DATA CORONA: Khofifah mengupdate data penyebaran virus Corona di Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
UPDATE DATA CORONA: Khofifah mengupdate data penyebaran virus Corona di Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Beda dengan pasien positif Corona (Covid-19) yang berkurang — dari 51 orang, lima di antaranya sembuh dan dua meninggal — jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terus bertambah.

Hingga Rabu (25/3/2020) sore, jumlah ODP menjadi 2.542 dari sehari sebelumnya 2.003 orang. “Ada tambahan 539 hari ini,” kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat konferensi pers di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Begitu pula dengan jumlah PDP, naik menjadi 190 dari sehari sebelumnya 142 orang. “Kalau jumlah pasien positif sama dengan kemarin (51), yang sembuh lima orang, meninggal dua orang,” tandas Khofifah.

Sementara terkait bantuan rapid test Corona dari pemerintah pusat, Khofifah  menyebut saat ini dalam proses pengiriman ke Jatim.

“Belum sampai. Saya nggak tahu apakah sudah posisi perjalanan, mudah-mudahan besok sudah ada yang datang,” katanya.

Tak hanya dari pemerintah pusat, Jatim juga mendapatkan bantuan dari pihak swasta. “Besok, insyaallah ada 10 ribu rapid test,” ucapnya.

“Kami juga berharap yang dari pemerintah pusat segera datang, supaya lebih banyak yang akan kami lakukan penyisirannya,” sambungnya.

ODP-PDP NAIK: Update penyebaran virus Corona di Jawa Timur. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
ODP-PDP NAIK: Update penyebaran virus Corona di Jawa Timur. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Khofifah menjelaskan, kebutuhan rapid test dibagi untuk empat prioritas. Pertama, kontak erat risiko tinggi, yakni bila seseorang kontak dengan kasus konfirmasi atau probabel.

Termasuk di dalamnya petugas kesehatan yang memeriksa, merawat, mengantar dan membersihkan ruangan di tempat perawatan khusus.

“Orang yang berada dalam satu ruangan yang sama, mulai dua hari sebelum kasus timbul sampai 14 hari setelah kasus timbul,” jelas Khofifah.

Prioritas kedua yakni PDP, bila pemeriksaan PCR (Polymerase Chain Reaction) tidak memungkinkan dilakukan atau memerlukan waktu yang lama.

Prioritas ketiga yakni ODP, bila pemeriksaan PCR tidak memungkinkan dilakukan atau memerlukan waktu yang lama. Sedangkan prioritas keempat, yakni kontak erat risiko rendah.

» Baca Berita Terkait Virus Corona