Sepi Pembeli akibat Pandemi, Harga Bahan Pokok Naik Lagi!

MEROKET: Harga kebutuhan pokok naik cukup signifikan di momen Natal dan Tahun Baru. | Foto: Barometerjatim.com/ARLANA CW
MEROKET: Harga kebutuhan pokok naik cukup signifikan di momen Natal dan Tahun Baru. | Foto: Barometerjatim.com/ARLANA CW

SURABAYA, Barometerjatim.com – Jelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2021 di tengah situasi pandemi Covid-19, beberapa harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional terpantau mengalami kenaikan cukup signifikan.

Di Pasar Wonokromo, Surabaya, misalnya. Cabai rawit dijual Rp 50 ribu per kilogram (Kg) atau naik 15 persen dari harga semula Rp 35 ribu/Kg.

“Kenaikan harga ini bahkan sudah terjadi sekitar satu bulan yang lalu,” ujar Umi, salah seorang pedagang kebutuhan pokok di Pasar Wonokromo, Kamis (24/12/2020).

Tak hanya cabai, tutur Umi, beberapa kebutuhan pokok lainnya juga mengalami kenaikan. Bawang merah dari Rp 30 ribu/Kg menjadi Rp 35 ribu/Kg, begitu pula dengan telur naik dari Rp 22 ribu/Kg menjadi Rp 28 ribu/Kg.

Sedangkan untuk bawang putih dan gula, Umi mengaku harga kedua komoditi tersebut masih cukup stabil meski terbilang tetap laris pembeli.

Kenaikan harga ini, menurut Umi, juga akibat pandemi Covid-19 yang berpengaruh besar terhadap daya beli masyarakat pada momen Natal dan Tahun Baru kali ini.

Akibatnya, Umi dan pedagang lainnya mengalami penurunan omset hingga 50 persen dibanding Natal dan Tahun Baru tahun lalu.

“Biasanya momen Natal gini saya bisa menjual kebutuhan seperti cabai sampai 30 kilo per hari, kalau sekarang bisa sampai 15 kilo saja udah untung,” ujarnya.

Enggan Datangi Pasar

NAIK TINGGI: Harga daging ayam potong di pasar tradisional mengalami kenaikan cukup tinggi. | Foto: Barometerjatim.com/ARLANA CW
NAIK TINGGI: Harga daging ayam potong di pasar tradisional mengalami kenaikan cukup tinggi. | Foto: Barometerjatim.com/ARLANA CW

Bagaimana dengan komoditas daging sapi? Di Pasar Wonokromo masih tergolong stabil pada kisaran harga Rp 110 ribu/Kg. Sedangkan daging ayam potong mengalami kenaikan cukup tinggi dari semula Rp 20 ribu/Kg menjadi Rp 35 ribu/Kg.

Subhan, salah seorang pedagang ayam di pasar tersebut menuturkan, penjualan ayam pada momen Natal dan Tahun Baru kali ini juga mengalami penurunan.

Menurutnya, penjualan ayam di lapaknya juga menurun hingga 40 persen dibanding tahun sebelumnya.

Banyaknya masyarakat yang enggan mendatangi pasar karena Covid-19, ucap Subhan, menjadi pemicu menurunnya pendapatan para pedagang.

“Di tahun ini penjualan tidak sampai 100 kilogram, turun drastis dari tahun kemarin,” tandasnya.

» Baca Berita Terkait Pasar Tradisional