Santri Bersiap Mondok Lagi, Gus Hans: Tunggu Corona Melandai!

TEMU ALUMNI: Gus Hans bersama alumni Ponpes Darul Ulum Jombang dalam pertemuan di Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
TEMU ALUMNI: Gus Hans saat temu alumni Ponpes Darul Ulum Jombang di Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS/Dok

SURABAYA, Barometerjatim.com – Penyebaran virus Corona (Covid-19) yang masih tinggi, membuat tidak semua pondok pesantren (Ponpes) bersiap menyambut kembali santrinya yang sempat dipulangkan di awal pandemi untuk memasuki new normal.

Salah satunya Ponpes Queen Al Azhar Darul Ulum Rejoso, Peterongan, Jombang asuhan KH Zahrul Azhar Asumta alias Gus Hans yang memiliki ribuan santri dari berbagai daerah di Indonesia.

“Untuk sekarang belum siap. Santri kita ini kan dari berbagai daerah, ada yang dari zona merah, sangat merah atau kuning. Sementara kurva ini kan belum melandai,” kata Gus Hans, Sabtu (13/6/2020).

“Kalau misalnya melandai akan kita pertimbangkan. Insyaallah perkiraan kita pertengahan Juli, sekaligus mengantisipasi munculnya klaster Idul Fitri dan mudik,” sambungnya.

Gus Hans berestimasi sampai 15 Juni. Jika sampai tanggal tersebut aman, maka potensi penyebaran Covid-19 saat Idul Fitri dan mudik selesai.

“Atau bisa jadi muncul klaster baru saat penerapan transisi. Kenapa? Pemahaman orang kan masa transisi itu sama dengan relaksasi. Mestinya, masa transisi tidak mengurangi syarat protokol yang ada, tapi kenyataan di lapangan kan tidak,” ujarnya.

“Kita semua menghargai keputusan pesantren masing-masing, termasuk yang tidak menerapkan pesantren tangguh.”

Itukah yang membuat Ponpes asuhan Gus Hans memilih tidak mengikuti pola pesantren tangguh? “Saya tidak mengatakan tidak mengikuti pesantren tangguh, tapi yang tahu kondisi masing-masing pondok kan pengasuh masing-masing,” katanya.

“Sehingga kita semua menghargai keputusan pesantren masing-masing, termasuk yang tidak menerapkan pesantren tangguh,” imbuh cicit ulama kharismatik, almaghfurlah KH Tamim Irsyad tersebut.

Gus Hans menandaskan, pesantren adalah institusi mandiri yang bisa menentukan sikap sendiri, serta paling tahu kondisi keselamatan di lingkungan pesantren, termasuk soal kepantasan dalam menerapkan kesiapan protokol kesehatan yang ada.

“Pesantren memiliki ciri khas masing-masing, cara pandang, hingga infrastuktur yang berbeda-beda. Maka siapa yang paling tahu kondisi pesantren, ya pengasuh pesantren itu sendiri,” tegasnya.

Menuju New Normal

Di sisi lain, jelang santri bersiap mondok lagi, Pemprov Jatim bersama TNI-Polri terus menyiapkan pola pesantren tangguh untuk menghadapi era new normal.

Pesantren yang siap di antaranya Ponpes Lirboyo Kediri, Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ponpes Darussalam Gontor, Ponpes Darul Ulum Garsempal Omben Sampang, Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, serta Ponpes Al Falah Jeblog Talun Blitar.

Mereka akan menyiapkan kondisi pesantren aman dari penyebaran Covid-19. Mulai dari kebersihan, penyiapan layanan kesehatan, penerapan protokol kesehatan, hingga protokol kegiatan belajar mengajar.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa berharap makin hari makin banyak  pesantren yang akan menjadi role model pesantren tangguh, terutama di tengah Covid-19.

“Namun kami ingin model pesantren tangguh ini nantinya berkelanjutan,” kata Khofifah di sela berkunjung ke Ponpes Darul Ulum, Omben, Sampang, (Rabu (6/2020).

» Baca Berita Terkait Wabah Corona