PSBB Surabaya Raya, Ojol Turut Antar 2000 Paket Sembako

TES SUHU: Driver Ojol jalani tes suhu sebelum distribusikan sembako ke wilayah PSBB. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
TES SUHU: Driver Ojol jalani tes suhu sebelum distribusikan sembako ke wilayah PSBB. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Beragam cara dilakukan untuk mendistribusikan bantuan sosial bagi warga terdampak pandemi Corona (Covid-19). Salah satunya dengan memanfaatkan ojek online (Ojol).

Hal itu dilakukan PT Alfath Mulia Jaya (AMJ), salah satu vedor sekaligus penyelenggara angkutan online yang mendapatkan kepercayaan untuk mendistribusikan 2.000 paket sembako di wilayah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Surabaya Raya.

“Kita diberikan kepercayaan oleh Koarmada II sama dari Gubernur Jatim, Ibu Khofifah untuk mendistribusikan sembako kepada masyarakat yang benar-benar terdampak di wilayah PSBB,” terang Manajer PT AMJ, Arif Kurniawan, Kamis (21/5/2020).

“Sebelum Hari Raya Idul Fitri (pendistribusian di wilayah PSBB Raya) harus sudah selesai, H -2 harus sudah selesai,” tandasnya.

Ribuan paket sembako tersebut, lanjut Arif, merupakan bantuan dari Koarmada II bersama mitra maritim, Pelindo III, bersama Pemprov Jatim.

Soal teknis pendistribusian, terang Arif, 2.000 paket sembako tersebut melibatkan 100 driver. Setiap driver membawa 10 paket menggunakan tas ronjot, tempat yang ditaruh di kanan-kiri motor.

Sebelum berangkat, para driver Ojol juga melewati cek suhu tubuh dan diberikan edukasi terkait physical distancing untuk memastikan keselamatan dan keamanan saat melakukan pendistribusian.

Sempat Terkendala Data

PAKET SEMBAKO: Para driver Ojol ambil paket sembako untuk distribusikan ke warga terdampak Corona. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PAKET SEMBAKO: Para driver Ojol ambil paket sembako untuk distribusikan ke warga terdampak Corona. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Arif menambahkan, PT AMJ ikut dalam aksi sosial tersebut karena banyak keluhan dari masyarakat terdampak dan mitra driver. “Akhirnya kita punya inisiatif untuk mendata yang benar-benar zona merah mana saja, yang harus kita distribusikan,” ujarnya.

Ditanya soal kesulitan dalam penditribusian, Arif menegaskan tidak ada. Hanya saja, sempat terkendala pendataan karena harus melakukan survei di wilayah zona merah Corona.

“Tapi dengan adanya tim relawan dari URC (Unit Reaksi cepat), akhirnya bisa masuk ke zona-zona merah. Seperti halnya di Asem Rowo yang ODP semua, akhirnya kita sudah survei ke sana juga,” imbuhnya.

Arif berharap Koarmada II beserta mitra maritim dan Pemprov Jatim, bisa terus bersinergi dan bergotong royong dalam melawan pandemi Covid-19.

Di sisi lain, dia mengajak masyarakat di wilayah PSBB — Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Gresik — agar tidak mudik. Tidak menjalankan aktivitas kecuali untuk hal-hal yang urgen.

“Mending di rumah aja. Kita patuhi aturan pemerintah, tetap jaga kebersihan dan selalu memakai masker kemana pun kita pergi,” tuntasnya.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona, Ojol