Nasdem: Kalau GBT Sampai Tak Jadi Venue, Kita Semua Malu!

MALAH DISERANG: Imam Syafi'i, Khofifah beri masukan terkait GBT, jangan malah diserang ramai-ramai. | Foto: Barometerjatim.com/DOK
MALAH DISERANG: Imam Syafi’i, Khofifah beri masukan terkait GBT, jangan malah diserang ramai-ramai. | Foto: Barometerjatim.com/DOK

SURABAYA, Barometerjatim.com – Anggota DPRD Surabaya dari Partai Nasdem, Imam Syafi’i menegaskan, pihak legislatif mendukung penuh Gelora Bung Tomo (GBT) menjadi salah satu venue Piala Dunia U-20 tahun 2021.

Namun dia meminta jangan ada yang meradang, termasuk Pemkot Surabaya, kalau diingatkan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa terkait masih ada aroma sampah di stadion yang berdekatan dengan TPA Benowo tersebut.

“Kalau kemarin statement Bu Gubernur bukan mencari siapa yang salah dan siapa yang benar, tapi realitasnya, faktanya masih ada bau sampah,” kata Imam di Surabaya, Selasa (5/11/2019).

“Lalu dicari solusinya seperti apa? Jangan kemudian orang memberi masukan, kemudian diserang ramai-ramai. Justru akar persoalannya itu yang harus diselesaikan,” sambung mantan wartawan tersebut.

Imam menilai, Khofifah tidak ingin Jatim gagal menjadi salah satu venue Piala Dunia U-20. Karena itu dia mempersiapkan, jaga-jaga, kalau sampai GBT tidak memenuhi syarat. Padahal waktu sudah mepet, sementara stadion lainnya belum dipersiapkan.

“Jangan seperti yang sudah diperingatkan gubernur dan tidak digubris, kemudian pada pelaksanaan event ternyata memang bau sampah, lalu dihentikan, dan (GBT) tidak jadi tuan rumah itu sudah terlambat. Kita semua akan malu!” tegasnya.

Sementara terkait kehadiran Menpora Zainudin Amali di GBT yang tak ditemani satupun pihak dari Pemkot Surabaya dan tak bisa masuk lantaran pintu dikunci, menurut Imam, seharusnya hal itu tidak terjadi.

“Kedatangan Pak ZA (Zainudin Amali), justru teman-teman dari Dispora Surabaya seharusnya malah menemani, dan sambil membuktikan memang tidak ada bau sampah,” katanya.

“Kok saya khawatir. Mereka tidak menerima, bahkan tidak dibukakan pintu (GBT) malah menutupi, ada apa sebenarnya? Jangan-jangan memang bau,” tandasnya.

Karena itu, harusnya pihak Dispora menemani Menpora untuk membuktikan tidak ada bau sampah seperti yang diingatkan Khofifah. “Bukan sesuatu yang ada borok-borok, ada persoalan itu ditutupi, disembunyikan,” katanya.

“Kemudian ketika ada orang yang mengingatkan, ada realitas persoalan itu, malah diserang habis-habisan. Itu tidak benar menurut saya,” sambungnya.

Imam menegaskan, apa yang disampaikannya tersebut tidak ada niat kejelekan. “Semua itu untuk kepentingan masyarakat Surabaya, masyarakat Jatim,” ucapnya.

» Baca Berita Terkait DPRD Surabaya, Risma