Longsor Jember, Eks Relawan Dukung Khofifah Lebih Tegas!

LEBIH TEGAS: Ali Azhara (inset) minta Khofifah lebih tegas soal ruko pemicu longsor di Jember. | Foto: IST/ Barometerjatim.com/ROY HS
LEBIH TEGAS: Ali Azhara (inset) minta Khofifah lebih tegas soal ruko pemicu longsor di Jember. | Foto: IST/ Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa diminta dan didukung agar lebih tegas lagi soal bangunan puluhan ruko yang disebut-sebut menjadi pemicu longsor di sempadan Kali Jompo, Jember.

Terlebih longsor mengakibatkan Jalan Sultan Agung yang berstatus jalan nasional, ikut ambles sepanjang sekitar 94 meter dan lebar 10 meter.

“Hampir bisa saya pastikan, ruko-ruko itu tidak ada izinnya. Kalau misalnya mengaku ada IMB-nya harus dibuktikan, dikaji lebih dalam,” kata Ali Azhara, koordinator Sahabat Khofifah — relawan Khofifah di Pilgub Jatim 2018 — kepada Barometerjatim.com di Surabaya, Kamis (5/3/2020).

Pria yang juga anggota Majelis Pembina Daerah (Mabinda) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jatim itu juga menawarkan, pihaknya siap membentuk tim investigasi independen jika diminta.

“Saya kira Bu Khofifah harus turun tangan untuk menertibkan, ketika bupati misalnya tidak mampu menertibkan. Kami akan mendukung ketegasan gubernur untuk melakukan penertiban, tentu harus koordinasi dengan pihak terkait,” paparnya.

Ali juga meminta tak hanya ruko yang berada di deretan sempadan Kali Jompo yang ditertibkan, tapi juga di tempat lain di Jember, bahkan di seluruh wilayah Jatim.

“Saya yakin di Jatim banyak pelanggaran soal pendirian bangunan, terutama di kota-kota besar. Tentu melalui kajian medalam, kajian hukum, dan seterusnya,” katanya.

“Tapi jangan dikaji terus, harus ada action dari Bu Gubernur, agar masyarakat merasa punya gubernur yang tegas, cerdas, dan seterusnya. Kami mendukung Bu Khofiah lebih tegas lagi,” imbuhnya.

Dorongan eks relawan ini dilakukan, kata Ali, lantaran pihaknya bangga Jatim dipimpin Khofifah sehingga langah-langkah perempuan yang juga ketua umum PP Muslimat NU itu perlu didukung.

“Jangan sampai tidak ada action. Kalau harus ditertibkan ya ditertibkan, kalau harus dibuldozer ya dibuldozer. Saya dengan relawan Sahabat Khofifah yang pernah kami dirikan, siap mengawal Bu Khofifah untuk menegakkan peraturan,” katanya.

Sebelumnya, Khofifah telah melakukan peninjauan ke lokasi longsor, Selasa (3/3/2020) dini hari yang disambut Bupati Jember, Faida serta sejumlah pejabat terkait.

Usai meninjau, Khofifah menuturkan, penanganan fungsi pengawasan kejadian menjadi tanggung jawab bersama. Sebab Kali Jompo berstatus sungai provinsi, jalan berstatus nasional, dan izinnya dari kabupaten.

“Perlu koordinasi secara serentak dan seksama,” katanya usai ‘gelap-gelapan’ meninjau longsor di tepi Kali Jompo.

Pemprov Jatim, lanjut Khofifah, akan menyiapkan bantuan logistik serta perbaikan infrastruktur seperti bronjong dan penanganan pipa saluran air.

Sedangkan pengerukan sedimentasi diserahkan kepada PU Sumber Daya Air. Beberapa hal yang perlu diproteksi, di antaranya pipa PDAM dan peralatan pendukung percepatan penanganan.

» Baca Berita Terkait Khofifah