Jalan Ambles di Jember, Ada Anggaran Rp 10 M Tak Terserap

AMBLES: Jalan nasional di Jember yang ambles. Akibat anggaran Rp 10 M tak terserap? | Foto: IST
AMBLES: Jalan nasional di Jember yang ambles. Akibat anggaran perbaikan Rp 10 miliar tak terserap? | Foto: IST

SURABAYA, Barometerjatim.com – Amblesnya tanah di Jalan Sultan Agung — yang merupakan jalan nasional — diikuti ambruknya sepuluh ruko di pusat kota Jember, Senin (2/3/2020) pagi, rupanya sudah terdeteksi sejak 2017.

Bahkan sudah disiapkan anggaran perbaikan sebesar Rp 10 miliar untuk dua tahun anggaran sejak 2018. Anggaran tersebut untuk konstruksi penanganan tebing sungai.

“Tapi anggaran itu tidak terserap, dikembalikan ke negara,” kata Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII, Ahmad Subki saat dihubungi wartawan melalui telepon.

Sebab, lanjut Subki, pengerjaan pondasi baru bisa dilakukan kalau ruko-ruko yang ada di sekitar jalan bersih. “Selama masih ada ruko di sana, pengerjaan tidak bisa dilakukan,” tandasnya.

Mengapa ruko-ruko tersebut tidak dibersihkan? “Ini kan negara demokrasi, beda dengan masa Orde Baru dulu. Sekarang tidak semudah itu,” ucapnya.

Sejak 2017, beber Subki, sudah terlihat retakan memanjang. “Maret 2019 retakannya menganga lebih lebar, agak ambles yang sisi selatan berdekatan dengan ruko,” ujarnya.

Ambruknya puluhan ruko, lantaran pondasi tergerus aliran sungai. Ini karena deretan ruko sepanjang 200 meter di Jalan Sultan Agung memang berdiri di atas sungai.

Rupanya, ucap Subki, ada perubahan karakteristik daerah aliran, sehingga palung sungai semakin dalam. Nah, seiring tergerusnya pondasi penopang bangunan, maka jalan di atas sungai pun semakin menurun sampai akhirnya ambles.

“Kalau banjir, pondasi tergerus sehingga jalannya ikut tertarik,” ujarnya.

» Baca Berita Terkait Tapal Kuda