Kunjungi Pasar Goib, Dwi Astutik Gagas Marketplace UMKM

PASAR GOIB: Dwi Astutik mengunjungi Pasar Goib di Desa Pekarungan, Sukodono. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
PASAR GOIB: Dwi Astutik mengunjungi Pasar Goib di Desa Pekarungan, Sukodono. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SIDOARJO, Barometerjatim.com – Lompatan besar disiapkan pasangan Kelana Aprilianto-Dwi Astutik dalam upaya menguatkan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Sidoarjo. Apa itu? Menggagas marketpalace khusus UMKM.

“Saya bersemangat untuk ke arah sana, semoga Allah paring (memberi) kemudahan di Kabupaten Sidoarjo. Saya tahu itu harganya mahal, tapi saya sungguh punya cita-cita,” kata Astutik didampingi Ketua Tim Pemenangan, Haji Masnuh di sela mengunjungi Pasar Goib Desa Pekarungan, Kecamatan Sukodono, Minggu  (1/11/2020).

Sekadar tahu, Pasar Gaib bukanlah market yang berhubungan dengan mistis, tapi akronim dari “Go International Networking Business”. Sebuah toko yang menyediakan beragam barang, terutama kebutuhan sehari-hari.

Di tempat ini memang tak banyak tersedia barang, tapi jika pembeli memesan lewat aplikasi WhatsApp (WA) yang disiapkan BUMDes setempat, maka secara ‘gaib’ pasar ini bisa menyediakan segala jenis barang.

Selain Pasar Goib, BUMDes Pekarungan juga mengelola Gladiol Convention Hall. Menariknya lagi, di belakang gedung serba guna ini tertanam berbagai jenis sayuran dan pengunjung bisa memetik sendiri.

Terkait gagasan marketpalace, lanjut Astutik, masyarakat terutama emak-emak, memang harus difasilitasi karena perjuangannya yang luar biasa dalam mengurusi ekonomi keluarga di tengah pandemi Covid-19.

“Maka saya sangat berharap, semoga Allah Swt memberi kemudahan kita untuk menguatkan marketplace yang akan kita ikhtiarkan,” katanya.

“Minimal kalau memang marketplace itu belum terwujud, kami akan menguatkan digital marketing,” sambung perempuan yang juga wakil sekretaris PW Muslimat NU Jatim tersebut.

Tonggak Digital Marketing

SERBA ADA: Dwi Astutik mencermati salah satu produk jamu di Pasar Goib Desa Pekarungan, Sukodono. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
SERBA ADA: Dwi Astutik mencermati salah satu produk jamu di Pasar Goib Desa Pekarungan, Sukodono. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Lewat digital marketing, lanjut Astutik, anak-anak muda akan dibukakan lapangan pekerjaan baru dan dilatih untuk menguatkan UMKM.

“Tapi UMKM harus siap dulu. Di saat UMKM siap, mereka sudah dilatih (produk) layak jual apa enggak, semua produk sudah teregister apa belum,” kata Astutik.

“Halalnya juga sudah teregister apa belum. Selanjutnya packaging-nya juga sudah harus siap yang layak jual, sehingga orang-orang tertarik beli,” tandasnya.

Nah, soal marketing diserahkan ke milenial. Dengan demikian, ada kerja bareng antara emak-emak dan milenial yang lulusan SMK yang saat ini keterserapan tenaga kerjanya masih kurang.

“Ini menjadi sangat penting kita kuatkan, bagaimana anak-anak lulusan SMK siap kerja akan kita gabungkan di sini, juga mereka yang terkena PHK dampak Covid-19,” ujar Astutik.

Kolaborasi antara emak-emak dan milenial inilah, menurut Astutik, yang akan menguatkan digital marketing. “Ini sekaligus embrio untuk menyiapkan marketplace kita nanti,” tuntasnya.

MEGAH: Selain Pasar Goib, BUMDes Pekarungan mengelola gedung serba guna Gladiol Convention Hall. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
MEGAH: Selain Pasar Goib, BUMDes Pekarungan mengelola gedung serba guna Gladiol Convention Hall. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

» Baca Berita Terkait Pilbup Sidoarjo