Sabtu, 02 Juli 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Konfercab PCNU Kab Malang, Ini Harapan Buya Mun’im

Berita Terkait

RUMAH BESAR NU: Buya Mun’im, NU harus kembali menjadi rumah besar yang nyaman bagi Nahdliyin. | Foto: Barometerjatim.com/IST
RUMAH BESAR NU: Buya Mun’im, NU harus kembali menjadi rumah besar yang nyaman bagi Nahdliyin. | Foto: Barometerjatim.com/IST
- Advertisement -

MALANG, Barometerjatim.com – Konferensi Cabang (Konfercab) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Malang di Pondok Modern Al Rifai’e 2 Gondanglegi, Kabupaten Malang, Minggu (6/12/2021), diharapkan melahirkan kepemimpinan yang mumpuni dan berwibawa.

Kepemimpinan tersebut, termasuk bisa menjaga NU dan pesantren agar tak terpisahkan, karena keduanya menjadi embrio cikal bakal kekuatan yang harus mengakar dalam kesadaran berjam’iyah para Nahdhiyin.

Hal itu disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Salaf Qur’an (PPSQ) Asy-Syadzili Sumber Pasir, Pakis, Kabupaten Malang, KH Abdul Mun’im Syadzili di sela acara Majelis Shalawat Dalailul Khoirot, Kamis (2/12/2021).

Kiai yang akrab disapa Buya Mun’im itu menyampaikan, NU harus kembali menjadi rumah besar yang nyaman bagi segenap warga Nahdliyin di dalamnya.

Sebab, tujuan awal didirikan NU memang sebagai wadah perjuangan para ulama dalam berdakwah, membina serta menjaga umat (warga NU), mengajarkan Islam Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja).

“Serta tujuan membentuk karakter akhlak mulia dalam konteks bermasyarakat, bernegara, berbangsa, dan bertanah air,” katanya.

Maka, tandas Buya Mun’im, harus dipertegas kembali bahwa pesantren adalah NU kecil dan NU adalah pesantren besar.

“Jangan lupa, bahwa menngurus NU adalah bagian dari merawat semangat kebangkitan ulama dan umat dalam menjaga spirit perjuangan para masyayikh kita,” ucapnya.

Kebangkitan NU, lanjut Buya Mun’im, tidak bisa dilepaskan dari pesantren. Mengingat pesantren adalah alasan berdirinya NU,  pesantren sebagai basis pendidikan agama, sekaligus poros pendidikan calon manusia mulia.

“Di dalamnya diprioritaskan pendidikan akhlak, pendidikan moral, pendidikan etika, maka bisa dipastika pesantren adalah penempaan lahir batin menuju umat yang diharapkan nabi kita,” ucapnya.

Representasi Pesantren

Sementara itu  Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani), Ustadz Ainul Yaqin memaparkan, Buya Mun’im merupakan harapan bagian representasi pesantren.

“Mewakili setidaknya beberapa hal yang menjadi cita-cita kita bersama, harapan nantinya NU Kabupaten Malang ke depan yang berwibawa dan punya positioning jelas yang mendekati spirit tersebut,” ujarnya.

Wakil Rais Syuriyah MWC Ngantang, Kiai Saiful, menyampaikan bahwa NU membutuhkan sosok pemimpin tersebut, yang mau bekerja untuk jamiyahnya.

“Bukan orang-orang yang berorientasi bekerja meraih keuntungan dari jamiyahnya. Apalagi hanya memanfaatkan jamiyah untuk memenuhi hasrat pribadinya,” katanya.

» Baca Berita Terkait Nahdlatul Ulama

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -