Sabtu, 02 Juli 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Kiai Miftach Minta Maaf, Merasa Layak Disebut Rais Aam KW 3!

Berita Terkait

RAIS AAM KW 3: Pj Rais Aam PBNU, KH Maiftachul Akhyar, meresa dirinya layak disebut Rais Aam KW 3. | Foto: IST
RAIS AAM KW 3: Pj Rais Aam PBNU, KH Maiftachul Akhyar, meresa dirinya layak disebut Rais Aam KW 3. | Foto: IST
- Advertisement -

LAMPUNG, Barometerjatim.com – Pejabat (Pj) Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar segera mengakhiri tugas seiring digelarnya Muktamar ke-34 NU di Pondok Pesantren (Ponpes) Darussa’adah, Lampung Tengah, 22-23 Desember 2021.

Dalam khotbah iftitahnya saat pembukaan Muktamar ke-34 NU yang disiarkan secara daring, Rabu (22/12/2021), Kiai Miftach menyebut dirinya layak digelari “Rais Aam KW 3”, lho ada apa kiai?

Kiai Miftach menerima mandat sebagai Pj Rais Aam pada 22 September 2018. Namun dalam rentang waktu tersebut, pengasuh Ponpes Miftachus Sunnah Kedung Tarukan, Surabaya itu merasa banyak kekurangan.

“Banyak kekurangan, ketidakcakapan, dan ketidakmampuan mengemban amanah yang amat-amat berat ini, sangat layak mendapat gelar Rais Aam KW3 dan lain sebagainya,” katanya.

“Namun semoga para muassis (para pendiri NU) memaklumi dan memaafkan alfakir ini, amin ya rabbal alamin,” sambung kiai yang mantan Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur itu.

Selebihnya, dalam khotbah iftitahnya, Kiai Miftach menuturkan bahwa kekuatan jamiyah NU sebenarnya sangat luar biasa. Tapi selama ini warga NU baru memposisikan diri sebagai jamaah, belum berjamiyah.

“Inilah yang perlu kita jamiyahkan. Jangan sampai nanti warga tercerai berai, hanya untuk kepentingan sesaat. Mereka harus mengikuti satu komando, yang dikomandoi dari PBNU dan didukung mustasyarin, para ulama panutan kita,” katanya.

Menjamiyahkan jamaah dengan segala potensinya yang berkekuatan raksasa ini, papar Kiai Miftach, menjadi pekerjaan rumah terpenting dari sekian pekerjaan rumah yang lain.

“Sebab potensi raksasa ini kalau tidak dikelola dengan baik dan benar, justru akan menjadi beban dan terpecah belah menjadi bulan-bulanan dan diperebutkan oleh kelompok yang lain,” katanya.

Muktamar NU ke-34 dibuka Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ditandai dengan pemukulan rebana. Jokowi didampingi Wapres KH Ma’ruf Amin, Kiai Miftach, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, dan Gubernur Provinsi Lampung Junaidi.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, saya secara resmi membuka Muktamar ke-34 NU,” kata Jokowi.

» Baca Berita Terkait Muktamar NU

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -