Senin, 24 Januari 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Hadiri Muktamar NU, Sadad: Suasana Panas Isapan Jempol!

Berita Terkait

MUKTAMAR KE-34 NU: Anwar Sadad (kanan) bersama cucu pendiri NU KH Hasyim Asy'ari, KH Muhammad Irfan Yusuf. | Foto: Barometerjatim/IST
MUKTAMAR KE-34 NU: Anwar Sadad (kanan) bersama cucu pendiri NU KH Hasyim Asy’ari, KH Muhammad Irfan Yusuf. | Foto: Barometerjatim/IST
- Advertisement -

LAMPUNG, Barometerjatim.com – Ketua DPD Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad turut menghadiri pembukaan Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) di Ponpes Daarussa’adah Lampung Tengah, Lampung, Rabu (22/12/2021).

“Sebagai bagian dari keluarga Nahdliyin, tentu bisa hadir dalam perhelatan puncak kaum Nahdliyin se-Indonesia adalah sesuatu yang menggembirakan dan membanggakan,” kata politikus yang juga mustasyar PCNU Surabaya itu.

Selain itu, Sadad tidak melihat adanya suasana ‘panas’. Sebaliknya, pembukaan berlangsung sejuk khas NU. “Suasana panas yang selama ini menghiasi media sosial hanya isapan jempol semata,” tandasnya.

Hal itu tergambar dari khotbah iftitah Rais Aam PBNU, KH Miftachul Achyar. “Saya menilai khotbah iftitah rais aam menegaskan, bahwa NU berada fitrah sebagai pemimpin kemajuan keberagamaan dunia,” katanya.

Hal itu, kata Sadad, disimbolisasi dari tongkat Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari pada masa kelahiran NU yang menandakan bahwa NU menjadi komando.

“Dukungan dan pengakuan dari dunia Islam menunjukkan hal itu,” ucap politikus keluarga Ponpes Sidogiri, Pasuruan yang akrab disapa Sadad tersebut.

Tak hanya khotbah iftitah rais aam, Sadad juga mengapresiasi pidato Ketua Umum PBNU, Prof Dr KH Said Aqil Siroj yang menggambarkan bahwa pembelaan terhadap negara dan konstitusi harus dipahami dalam kerangka menjalankan agama. Karena di dalam negara aman dan tenteram, agama dapat dijalankan dengan tenang.

Menurutnya, tema Muktamar ke-34 NU yang menitikberatkan pada kemandirian adalah langkah yang seharusnya didukung oleh seluruh Nahdliyin, terutama oleh kader-kader yang tersebar di dalam lembaga pemerintahan, dunia akademis, maupun dunia entrepreneur, dan relawan serta aktivis sosial.

“Khidmat pada peradaban dunia adalah positioning bahwa NU didesain untuk memberikan warna pada pemahaman keagamaan yang adaptatif dengan zaman,” katanya.

Sadad yang juga wakil ketua DPRD Jatim tersebut mengingatkan, bahwa pesan Muktamar ke-34 NU adalah isu penting menjelang satu abad usianya. Karena itu, dia berharap muktamirin menjaga momentum muktamar ke arah melahirkan gagasan besar sebagai kontribusi NU pada dunia.

“Saya berharap muktamar ini tidak dibawa menjadi agenda politik praktis, karena hal itu akan merendahkan tema besar yang telah digagas oleh para kiai,” tuntasnya.

» Baca Berita Terkait Muktamar NU

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -