Khofifah Tantang Fandi Utomo Nyalon Wali Kota Surabaya

DITANTANG MAJU WALI KOTA: Khofifah dan Fandi Utomo menghadiri acara tasyakuran dan doa bersama PAC Muslimat NU Semampir, Surabaya, Rabu (25/7). | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
DITANTANG MAJU WALI KOTA: Khofifah dan Fandi Utomo menghadiri acara tasyakuran dan doa bersama PAC Muslimat NU Semampir, Surabaya, Rabu (25/7). | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya masih dua tahun lagi digelar, 2020. Meski demikian, sejumlah nama kandidat mulai muncul, karena di tahun itu Tri Rismaharini (Risma) tak bisa maju lagi alias sudah dua periode memimpin Kota Pahlawan.

Satu nama yang santer disebut sebagai kandidat, yakni Fandi Utomo (FU). Bahkan Gubernur Jatim terpilih, Khofifah Indar Parawansa ikut ‘menantang’ eks politikus Partai Demokrat itu untuk maju di bursa Pilwali Surabaya.

“Beliau dulu pernah nyalon wali kota, saya menantang ke beliau, ayo Pak, ikut lagi pencalonan wali kota,” kata Khofifah saat acara Tasyakuran dan Doa Bersama PAC Muslimat NU Semampir, Surabaya, Rabu (25/7) sore.

• Baca: Nyaleg Lewat PKB, Fandi Utomo Minta Dukungan Muslimat NU

Namun FU, kata Khofifah, ingin berkonsentrasi dulu sebagai bakal calon legislatif (Bacaleg) DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

“Kata beliau, Bu saya mau nyaleg DPR dulu. Jadi beliau mau calon legislatof dari PKB,” tandas Khofifah, semberi mendoakan FU agar meraih sukses di Pileg 2019.

Sekadar mengingatkan, FU pernah maju di Pilwali Surabaya 2010. Saat itu dia berpasangan dengan Yulius Bustami. Namun pasangan yang diusung PKS, Partai Damai Sejahtera (PDS), PPP dan Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) itu hanya menempati posisi ketiga dengan raihan 105.736 suara (11,8 persen).

• Baca: Caleg PKB: Khofifah Bisa Beri Efek Kemenangan Jokowi

Pasangan Risma-Bambang DH yang diusung PDIP tampil sebagai pemenang dengan mengantongi 367.472 suara (40,9 persen), disusul pasangan yang diusung Demokrat dan Golkar, Arif Afandi-Adies Kadir yang meraih 327.834 suara (36,4 persen).

Sedangkan posisi keempat ditempati pasangan pasangan PKB dan Gerindra, BF Sutadi-Mazlan Mansur yang memperoleh 52.718 (5,9 persen). Untuk posisi bunci ditempati paslon dari jalur perseorangan, Fitradjaja Purnama-Naen Soeryono dengan 45.459 (5 persen).

Restu Muslimat NU

Sementara FU, dalam kesempatan tersebut, meminta doa restu Khofifah dan warga Muslimat NU terkait pencalegannya di Pileg 2019.

“Bu Khofifah saya mohon izin restu Bu Khofifah dan Muslimat NU, insyallah saya mencalonkan diri sebagai calon anggota DPR RI. Tapi kali ini saya maju dari PKB, mohon doa restunya,” kata FU.

Di depan jamaah Muslimat NU, FU juga mengatakan bahwa warga masyarakat Jatim patut bersyukur bahwa saat ini sudah terpilih pemimpin baru, Khofifah.

• Baca: Wisnu Wardhana, Eks Napi Korupsi Nyaleg Lewat Hanura

FU menambahkan, dalam kepemimpinan Khofifah ke depan butuh dukungan erat dari seluruh elemen masyarakat. Sehingga, perjuangan bukan hanya untuk mengantarkan kemenangan, melainkan mendukung jalannya pemerintahan. “Mari kita dukung kepemimpinan Bu Khofifah,” katanya.

Meski maju Caleg lewat PKB, Parpol yang justru mendukung Saifullah Yusuf-Puti GUntur, FU terlihat bekerja keras untuk menyukseskan Khofifah-Emil di Pilgub Jatim.