Nyaleg Lewat PKB, Fandi Utomo Minta Dukungan Muslimat NU

DEKATI WARGA MUSLIMAT NU: Maju Caleg DPR RI lewat PKB, Fandi Utomo kian intens mendekati ibu-ibu Muslimat NU. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR
DEKATI WARGA MUSLIMAT NU: Maju Caleg DPR RI lewat PKB, Fandi Utomo kian intens mendekati ibu-ibu Muslimat NU. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH HR

SURABAYA, Barometerjatim.com – Andil besar mengantarkan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak memenangi Pilgub Jatim 2018, membuat suara warga Muslimat NU kian ‘seksi’ diperebutkan para bakal calon legislatif (Bacaleg) di Pileg 2019.

Salah satunya Fandi Utomo (FU), Bacaleg DPR RI yang maju lewat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari Dapil Jatim I (Surabaya). Eks politikus Partai Demokrat itu terlihat intens minta dukungan warga Muslimat NU.

Tarmasuk menghadiri acara Tahlil Kubro dan Halal bi Halal Muslimat NU dan Tasyakuran Kemenangan Khofifah-Emil yang digelar Pimpinan Ranting Muslimat NU Mulyorejo Baru, Kelurahan Babat Jerawat, Surabaya, Senin (16/7).

• Baca: 4 Tokoh Muslimat NU Warnai Kepala Daerah di Jatim

Dalam kesempatan tersebut, FU menyebut kemenangan Khofifah-Emil menjadi langkah awal menuju Jatim yang maju, sejahtera, makmur dan berkeadilan. Karena itu, dia mengajak warga Muslimat NU untuk memastikan tujuan tersebut.

Di hadapan ibu-ibu Muslimat NU, FU juga mengabarkan pencalonannya maju DPR RI. Uniknya, mereka yang hadir masih melihat FU sebagai politikus Partai Demokrat, bukan PKB.

• Baca: Telak! Khofifah-Emil Kuasai 12 Wilayah PKB dan 12 Basis PDIP

“Ibu-ibu selama ini pasti tahu saya calon dari mana,” tanya Fandi. Namun secara spontan mereka menjawab dari Demokrat. FU lantas menjelaskan kalau di Pileg 2019 dirinya maju lewat Parpol yang dipimpin Muhaimin Iskandar (Cak Imin) tersebut.

“Alasannya, karena saat itu ibu saya senang saya berkhidmat di PKB, bisa bertemu dan bergaul dengan para kiai dan bu nyai. Insyaallah dengan senangnya ibu saya ini menjadi ridho bagi saya untuk terus berjuang bersama PKB,” paparnya.

Di Pilgub Jatim 2018, PKB bersama PDIP, PKS dan Gerinda plus dukungan Perindo, mengusung pasangan nomor urut dua, Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno. Sedangkan pasangan nomor urut satu, Khofifah-Emil diusung Demokrat, Golkar, Hanura, Nasdem, PPP dan PAN, serta didukung PKPI, PSI dan PBB.

Ibarat Ikan dan Air

Sementara Ketua PC Muslimat NU Surabaya, Lilik Fadhilah mengatakan, dalam konstelasi politik antara Muslimat NU dan Parpol ibarat ikan dengan air yang saling membutuhkan.

“Mau ke PPP monggo, mau ke PKB juga monggo. Kalau di luar itu, dipikir-pikir dulu sing penting mboten adoh-adoh (yang penting tidak jauh-jauh),” tegas Lilik.

• Baca: Khofifah-Emil Menang, Nasdem: Muslimat NU Paling Berperan

Lilik menambahkan, warga Muslimat NU harus cerdas dan mandiri dalam hal apapun, termasuk berpolitik. “Muslimat NU butuh partai dan partai butuh Muslimat NU,” katanya, sembari menambahkan kalau FU selama ini dekat dengan Muslimat NU.