Caleg PKB: Khofifah Bisa Beri Efek Kemenangan Jokowi

BERI ELEKTORAL JOKOWI: Khofifah Indar Parawansa, bakal memberi efek signifikan bagi kemenangan Jokowi di Pilpres 2019. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN
BERI ELEKTORAL JOKOWI: Khofifah Indar Parawansa, bakal memberi efek signifikan bagi kemenangan Jokowi di Pilpres 2019. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HASIBUAN

SURABAYA, Barometerjatim.com – Meski belum dilantik, Gubernur Jatim terpilih, Khofifah Indar Parawansa terus dikaitkan dengan sumbangsih elektoral untuk Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019.

Caleg DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Fandi Utomo menyebut, kehadiran Khofifah dalam struktur dukungan Jokowi bukan hanya akan berdampak signifikan di Jatim, tapi juga secara nasional.

“Khofifah pemimpin cerdas lintas zaman. Beliau mampu mengonsolidasikan barisan dan relawan Muslimat NU secara nasional,” kata eks politikus Partai Demokrat itu di Surabaya, Minggu (22/7).

• Baca: Soekarwo Ikut Pilihan Khofifah: Dukung Jokowi Dua Periode

Sehingga, “Kehadiran Ibu Khofifah selaku ketua umum PP Muslimat NU dalam skema dukungan terhadap Jokowi, akan memunculkan multiplier effect electoral yang sangat signifikan,” tandasnya.

Di Jatim, lanjut Fandi, jika dukungan mayarakat atas kemenangan Khofifah di Pilgub 27 Juni lalu bisa dikonversikan ke Jokowi, maka raihan suaranya bisa menyentuh 70 persen.

Menurutnya, angka 70 persen untuk Jokowi bukan mustahil dicapai, karena selain didukung Parpol besar seperti PKB, PDIP, Golkar, Nasdem dan Hanura, Jokowi juga didukung partai baru.

Representasi Kebhinekaan

Tak hanya Parpol, dukungan berbagai relawan yang merepresentasikan kebhinekaan juga turut memberikan sumbangan.

“Dukungan yang beragam ini menunjukkan, bahwa Jokowi bisa diterima mayoritas identitas politik yang ada di Indonesia,” katanya.

• Baca: PDIP Jatim Tak Bergantung Jokowi Effect di Pileg 2019

Sementara tambahan dukungan dari PKB, kata Fandi, membuat pekerjaan Jokowi untuk mendapatkan kemenangan di Pilpres 2019 akan lebih mudah lagi.

“Kebanyakan orang NU bernaung di PKB. Jika orang-orang NU memilih Jokowi, maka seharusnya juga memilih PKB untuk mengawal kebijakan Jokowi,” tuntasnya.