Ketua PDIP Sumenep ke Penolak Putusan DPP: Saatnya Move On!

SAATNYA MOVE ON: Achmad Fauzi ingatkan kader PDIP penolak putusan DPP saat move one. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
SAATNYA MOVE ON: Achmad Fauzi ingatkan kader PDIP penolak putusan DPP agar move one. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Ketua DPC PDIP Kabupaten Sumenep, Achmad Fauzi mengingatkan para ‘kader banteng’ yang masih menolak hasil Konfercab — termasuk pendukung Whisnu Sakti Buana di DPC PDIP Surabaya — agar mematuhi keputusan DPP.

“Kita harus patuh pada putusan yang ada, karena Konfercab ini keputusan tertinggi dari amanat partai,” katanya saat ditemui di Surabaya, Jumat (12/7/2019).

Bagi Fauzi, siapapun yang ditunjuk DPP untuk menempati posisi ketua, sekretaris, dan bendahara (KSB) di masing-masing DPC, mereka juga kader PDIP.

Baca: Wabup Sumenep: Di PDIP Biasa Cepat Panas, Cepat pula Selesai!

“Persoalan perubahan kepengurusan di PDIP itu kan biasa, tidak selamanya orang berkuasa,” tandas politikus yang juga Wakil Bupati (Wabup) Sumenep tersebut.

Fauzi pun menyarankan bagi mereka yang tidak puas dengan hasil Konfercab, agar membaca buku karyanya berjudul: Saatnya Move On.

“Jadi harus baca buku saya. Di sana bacaannya: Saatnya Move On,” katanya sambil tersenyum. “Kalau dia berpikir terus, berputar-putar dengan masalah, yang ada tidak pernah move on. Jadi melangkah saja ke depan, jalani saja yang ada,” sambungnya.

Sebelumnya, terkait SK penunjukan KSB yang diributkan sejumlah pengurus PAC dan PC, Fauzi memastikan kalau SK tersebut asli, bukan baru rancangan atau rekomendasi dari DPP.

“Waktu amplop dibuka, bentuknya memang sudah SK. Ditandatangani ketua umum (Megawati Soekarnoputri) dan Sekjen (Hasto Kristiyanto), tanda tangan basah,” jelasnya.

Amplop tersebut, jelas Fauzi, dibuka dan dibacakan pengurus DPP di depan para PAC. Setelah ditunjuk, KSB terpilih kemudian berembuk untuk memasukkan nama-nama pengurus dan dilantik saat itu juga.

» Baca Berita Terkait PDIP, Megawati