Selasa, 06 Desember 2022
Barometer Jatim
Cloud Hosting Indonesia

Kemiskinan Jatim Turun, Gerindra: Bukan Semata karena Program Unggulan Khofifah!

Berita Terkait

BUKAN SEMATA PROGRAM: Anwar Sadad, kemiskinan di Jatim turun bukan semata efektifnya program unggulan Khofifah. | Foto: IST
BUKAN SEMATA PROGRAM: Anwar Sadad, kemiskinan di Jatim turun bukan semata efektifnya program unggulan Khofifah. | Foto: IST
- Advertisement -

SURABAYA, Barometerjatim.com – Wakil Ketua DPRD Jatim dari Fraksi Partai Gerindra, Anwar Sadad menyebut penurunan angka kemiskinan di Jatim — bahkan tertinggi se-Indonesia — menandakan hasil kerja Gubernur Khofifah Indar Parawansa mulai membuahkan hasil.

“Auranya sudah dapat, alam mulai memihak,” kata legislator keluarga Pondok Pesantren (Ponpes) Sidogiri, Pasuruan yang akrab disapa Gus Sadad tersebut sembari tersenyum, Kamis (27/1/2022).

Menurutnya, capaian penurunan angka kemiskinan sebesar 313,13 ribu jiwa pada periode Maret-September 2021 menurut Badan Pusat Statistik (BPS), dari 4,57 juta jiwa (11,40%) menjadi 4,25 juta jiwa (10,59%), patut diapresiasi.

“Namun, prestasi tersebut bukan semata efektifnya program-program unggulan Gubernur Khofifah, seperti Jatim Puspa dan Desa Berdaya, namun ada faktor lain yang tidak kalah pentingnya,” ucap Sadad.

Apa itu? Misalnya pada medio Maret-September 2021 inflasi di Jatim mencatat angka sangat rendah, bahkan pernah mencapai 0,01% di pertengahan 2021.

Lalu Nilai Tukar Petani Jatim sampai Juli 2021 selalu mengalami penurunan, bahkan sampai di bawah 100. Di bulan Juli pernah di angka 98,17.

“Untungnya Nilai Tukar Petani membaik pada Agustus dan September, karena adanya panen raya di beberapa sentra produksi pertanian. Ini semacam blessing in disguise (berkah tersembunyi),” katanya.

Selain itu, papar Sadad yang juga ketua DPD Partai Gerindra Jatim, ada faktor lain yakni turunnya angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Dibandingkan 2020, pengangguran terbuka di 2021 turun 0,1%.

Penurunan ini memang jauh dari optimal. Akan tetapi hal ini mengindikasikan mulai tampak buah dari kinerja penanaman modal di Jatim yang pernah diganjar penghargaan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebagai yang tertinggi se-Indonesia.

“Aura positif ini harus terus dijaga. Ini momentum untuk lari kencang. Optimisme kita  bahwa Jatim akan menjadi terdepan dalam recovery ekonomi pasca pandemi bakal terwujud,” tegas Sadad.

Klaim Program Berdampak Positif

PENGARUHI KEMISKINAN: Komodiri yang memberi pengaruh besar terhadap garis kemiskinan September 2021. | Sumber: BPS Jatim
PENGARUHI KEMISKINAN: Komodiri yang memberi pengaruh besar terhadap garis kemiskinan September 2021. | Sumber: BPS Jatim

Sebelumnya, Khofifah menyebut ada beberapa program pengentasan kemiskinan yang dilakukan secara disiplin dengan pengawasan ketat. Di antaranya Jatim Puspa, Desa Berdaya, Bantuan Lansung Tunai, Sertifikat Gratis (PTSL), Elektrifikasi, Santunan Kematian Covid-19, BPJS Ketenagakerjaan, serta paket sembako.

Alhamdulillah, semua berdampak positif terhadap percepatan pemulihan ekonomi dan penurunan kemiskinan,” kata Khofifah dalam keterangannya, Selasa (25/1/2022).

Dia mencontohkan program intervensi Jatim Puspa (Pemberdayaan Usaha Perempuan) mengalokasikan Rp 15,606 miliar untuk stimulan modal usaha produktif Rp 2,5 juta per Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Program ini menjangkau 5.294 KPM di 175 desa pada 30 kabupaten/kota se-Jatim.

Lalu Desa Berdaya, diberikan sebagai reward kepada desa yang mampu meningkatkan kapasitasnya menjadi Desa Mandiri. Masing-masing Desa Mandiri mendapatkan reward Rp 100 juta untuk 151 Desa Mandiri di 24 kabupaten dan Kota Batu. Program-program tersebut dinilai efektif menurunkan angka kemiskinan.

» Baca berita terkait Kemiskinan. Baca juga tulisan terukur lainnya Roy Hasibuan.

- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Terkait

- Advertisement -

trendnews
Berita Trending Saat Ini

- Advertisement -

BERITA TERKINI

- Advertisement -