Jika Surabaya PSBB, Gus Hans: Positif Corona Makin Terungkap!

JELANG PSBB: Gus Hans, positif Corona kian banyak saat penerapan PSBB. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS
SURABAYA JELANG PSBB: Gus Hans, positif Corona kian banyak saat penerapan PSBB. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com – Akhirnya! Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini alias Risma menyepakati penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Terlebih virus mematikan tersebut telah menyebar di seluruh kecamatan (31) yang ada di Kota Pahlawan.

Dari update data Gugus Tugas Pemprov Jatim, per Minggu (19/4/2020) jumlah pasien positif Corona di Surabaya mencapai 299 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 745 dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) 1.892.

Jika pengajuan PSBB tersebut disetujui Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 DPD Partai Golkar Jatim, Zahrul Azhar Asumta meyakini data yang terkonfirmasi positif di Surabaya bakal semakin banyak terungkap.

Mengapa demikian? Sebab, menurut tokoh muda yang akrab disapa Gus Hans tersebut, data yang muncul saat ini adalah angka puncak gunung es. Jumlahnya akan kian terungkap, jika pemeriksaan yang dilakukan lebih komperehensif dan terkoordinasi antara Pemkot Surabaya dan Pemprov Jatim.

“Jadi nanti jangan kaget, kalau data akan makin melonjak dan ada yang mengatakan PSBB tidak ada manfaatnya,” kata Gus Hans kepada Barometerjatim.com, Minggu (19/4/2020) malam.

Namun, lanjut Gus Hans, ada hal yang perlu diapresiasi yakni pertemuan antara Pemprov Jatim dengan Pemkot Surabaya — diikuti pula pihak Pemkab Sidoarjo dan Pemkab Gresik — terkait pembahasan PSBB yang memang seharusnya terjadi sejak awal.

Apalagi muncul dugaan banyaknya hidden victims alias korban tersembunyi. Hal itu terjadi, kata Gus Hans, lantaran belum singkronnya antara arahan dan eksekusi di lapangan.

“Gerakan yang dilakukan sekarang masih belum fokus pada pendataan, tapi lebih kepada aksi demonstratif yang tak berbasis pada kebutuhan sebenarnya,” tandasnya.

Meski demikian, lulusan Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (UGM) itu mengajak masyarakat, untuk tetap mempercayakan apapun keputusan kepada pemerintah terkait penanganan Covid-19.

“Yakinlah mereka akan berbuat yang terbaik untuk kita, jika mereka mau duduk bersama lintas sektoral baik vertikal maupun horizontal,” ucap Gus Hans, yang sejak seminggu lalu mendorong PSBB diterapkan di Surabaya.

Seperti diberitakan, Rakor antara Pemprov Jatim, Pemkot Surabaya, Pemkab Sidoarjo dan Pemkab Gresik, yang juga dihadiri pihak Polda Jatim dan Kodam V Brawijaya, menyepakati penerapan PSBB di wilayah Surabaya, serta sebagian Sidoarjo dan Gresik.

Selanjutnya, kesepakatan ini akan diteruskan ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sembari disiapkan Peraturan Gubernur (Pergub), serta ditindaklanjuti lewat Peraturan Wali Kota (Perwali) dan Peraturan Bupati (Perbup) yang areanya disepakati masuk PSBB.

“Dari diskusi yang berjalan sangat konstruktif, saya rasa ini adalah pertemuan yang juga sangat produktif,” kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

“Masing-masing kemudian melihat, bahwa ikhtiar yang sudah berlapis ini ternyata harus diikuti dengan berbagai hal yang bisa memberikan langkah-langkah yang lebih imperatif,” imbuhnya.

» Baca Berita Terkait Wabah Corona