Gus Abid: Muslimat dan NU, Ibu dan Ayah yang Harus Ditaati!

Gus Abid bersama Khofifah (kiri) dan Kiai Marzuki (kanan). | Foto: Barometerjatim.com/roy hs
Gus Abid bersama Khofifah (kiri) dan Kiai Marzuki (kanan). | Foto: Barometerjatim.com/roy hs

GERAK cepat dilakukan Ketua PW GP Ansor Jatim, Mohammad Abid Umar Faruq alias Gus Abid pasca penutupan Rakorwil di gedung Negara Grahadi diributkan Wakil Ketua PWNU Jatim, KH Abdus Salam Sohibh (Gus Salam).

Gus Abid bahkan sudah melakukan tabayyun dengan Ketua PWNU Jatim, KH Marzuki Mustamar serta Ketua Umum PP GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) serta meminta arahan ke Katib Aam PBNU, KH Yahya Cholil Staquf.

Bagi Gus Abid, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa yang juga ketua umum PP Muslimat NU dan NU adalah “ibu” dan “ayah” yang harus dihormati serta ditaati. Keduanya tak bisa dipisahkan karena KBNU (Keluarga Besar Nahdlatul Ulama).

Kepada Barometerjatim.com, cucu KH Zainuddin Djazuli, pengasuh Pondok Pesantren Al Falah, Ploso, Kediri, tersebut mengungkapkan langkahnya pasca ‘ribut-ribut’ Ansor Jatim masuk Grahadi. Berikut kutipannya:

Pasca penutupan Rakorwil di Grahadi diributkan Gus Salam, anda sudah bertemu Kiai Marzuki?
Ya, saya sudah ketemu dengan Kiai Marzuki (Jumat, 15 Maret 2019). saya sudah tabayyun (klarifikasi) dan beliau juga sudah mendapatkan laporan terkait masalah penutupan Rakorwil yang digelar di Grahadi.

Intinya kita sowan, sebagai Banom kepada orang tua kita. Kalau ibu kita kan Muslimat NU, kalau ayah kita ya NU, kan gitu! Jadi kita juga sowan ke beliau.

Sebelum sowan ke beliau (Kiai Marzuki), setelah Rakorwil itu saya juga suda sowan ke katib aam PBNU (KH Yahya Cholil Staquf). Intinya banyak yang mendukung tentang kegiatan tersebut.

Sowan ke kediaman Kiai Marzuki atau di kantor PWNU Jatim?
Beliau kan baru pulang umroh, saya yang menjemput di bandara (Juanda). Ya, supaya tidak bias-lah. Supaya isunya tidak liar, seolah-olah Ansor tidak nurut terhadap NU, kan enggak. Kita semua satu keluarga.

Ada pesan khusus dari Kiai Marzuki?
Pesan beliau, yang jelas apapun langkah-langkah yang dilakukan Ansor harus sejalan, inline dengan PWNU dan kita kan pasti sejalan, nderek dawuh (ikut perintah) kiai, kan gitu.

Kiai Marzuki tak mempermasalahkan soal penutupan Rakorwil Ansor di Grahadi?
Ndak, yang saya tangkap beliau tidak mempermasalahkan. Hanya untuk ke depan, ya itu tadi, apapun yang dijalankan Ansor harus inline dengan PWNU dan itu udah menjadi bagian dari program kita. Ansor inline dengan PWNU, meskipun dalam aturan kita ini kan Banom, bukan lembaga.

Apa bedanya Banom dengan lembaga dalam struktur NU?
Kalau Banom itu mempunyai AD/ART sendiri. Cuma kita kan anak muda, ya harus nurut-lah sama para sesepuh. Baik itu ibu kita sebagai ibu Muslimat NU, maupun ayah kita di NU, semuanya harus kita hormati, kita muliakan, dan kita taati bersama.

Usai Rakorwil, Gus Abid bertemu Gus Yakut di Rembang, Jateng. | Foto: Barometerjatim.com/roy hs
Usai Rakorwil, Gus Abid bertemu Gus Yakut di Rembang, Jateng. | Foto: Barometerjatim.com/roy hs

Baik. Apakah anda juga sudah bertemu dengan Ketum Ansor, Gus Yakut?
Kemarin, setelah Rakorwil itu, saya langsung ke Rembang acara haul Mbah KH Cholil Bisri, ayahanda dari Gus Yakut dan Gus Yahya Staquf. Saya ketemu beliau di kediaman Rembang sana, Jawa Tengah.

Apa saja yang dibicarakan?
Ya saya sowan. Beliau juga menanyakan perkembangan di Jatim, terutama pasca Rakorwil itu bagaimana langkah-langkah ke depan. Saya sampaikan semua, termasuk terkait sinergitas antara Pemrov Jatim dan Ansor.

Kalau kata ibu (Khofifah) strong partnership kan, jadi kita harus menyuskseskan apa yang menjadi landasan dari strong partnership itu, dan sebagai Banom kan harus menyukseskan juga.

Beliau (Gus Yakut) menanggapi sangat positif, karena memang Ansor harus bersinergi juga dengan pemrintah. Sama dengan di PP (GP Ansor) yang bersinergi dengan pemerintah (pusat), jadi seperti itu.

Apakah sinergitas Ansor dengan Pemprov ini bagian dari menjalankan roda organisasi?
Iya! Itu kan roda organisasi harus jalan, kita harus menyukseskan Nawa Bhakti Satya yang dicanangkan Bu Khofifah yang ada sembilan poin itu. Kita kemarin sudah komitmen, waktu di Rakorwil kan kita sudah menjabarkan bahwa kita siap men-support jika dibutuhkan.

Saya melihat langkah ibu sangat baik. Kemarin pertemuan dengan PWNU (25 Februari 2019), lalu ke Sidogiri (15 Maret 2019) dan yang akan datang, kemarin ibu menyampaikan akan ke Ploso dan Lirboyo. Bagi saya itu jalinan luar biasa yang dilaksanakan ibu gubernur.

Jadi semuanya sudah clear ya?
Insyaallah sudah clear semua dan ya harus clear-lah! •

» Baca Berita Terkait Khofifah, Ansor Jatim, PWNU Jatim