Hendak ‘Dijewer’ PWNU Jatim, PP GP Ansor Bela Gus Abid Dkk

(Dari kiri) Gus Aam, Khofifah, Gus Abid dan Alfa. Sinergi Pemprov-Ansor Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/roy hs
(Dari kiri) Gus Aam, Khofifah, Gus Abid dan Alfa. Sinergi Pemprov-Ansor Jatim. | Foto: Barometerjatim.com/roy hs

SURABAYA, Barometerjatim.com – PWNU Jatim, lewat Wakil Ketua Tanfidziyah KH Abdus Salam Sohibh alias Gus Salam rupanya ‘tersengat’ dengan acara penutupan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PW GP Ansor Jatim yang digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (13/3/2019) malam.

Bahkan, seperti dikutip sejumlah media online, Pengasuh Ponpes Mambaul Ma’arif Denanyar, Jombang itu menyebut penutupan Rakorwil di Grahadi mengkerdilkan marwah organisasi. Konsekuensinya, PWNU akan ‘menjewer’ pengurus Ansor karena dianggap melakukan kesalahan dan agar tak diulanginya.

Namun tanggapan berbeda justru disampaikan Wakil Ketua Umum PP GP Ansor, Moh Haerul Amri alias Gus Aam. Menurutnya, statement yang dilontarkan Gus Salam berlebihan dan sama sekali tidak beralasan.

“Ini kan sama halnya PBNU diterima presiden di Istana Negara. Ansor juga beberapa kali ke Istana, Kongres IPNU kemarin juga dbuka di Istana Kepresidenan, Kongres ISNU juga dibuka di Istana Kepresidenan,” kata Gus Aam pada Barometerjatim.com, Kamis (14/3/2019).

Gus Aam pun meminta agar kehadiran Ansor di Grahadi jangan dilebih-lebihkan, apalagi sampai ada istilah mau ‘menjewer’ segala karena yang dilakukan Ketua PW GP Ansor, Mohammad Abid Umar Faruq alias Gus Abid Dkk sama sekali tidak melanggar tapi malah menjalankan organisasi terkait membangun sinergi dengan Pemprov Jatim.

“Tidak perlu ada jewer-menjewer, kecuali kalau kenakalannya memang sudah keterlaluan. Apalagi ini bukan kenakalan, ini kan enggak ada salahnya, sama sekali tidak ada kesalahan. Karena itu PP justru men-support kegiatan Ansor Jatim di Grahadi,” katanya.

Sekali lagi, tandas Gus Aam, apa yang dilakukan Gus Abid Dkk adalah menjalankan organisasi. “Buktinya melakukan kegiatan dengan mengundang PP. Saya dan komandan Alfa (Kasatkornas Banser, Alfa Isnaeni) itu utusan resmi PP,” jelasnya.

Soal klaim Gus Salam yang menyebut kegiatan Ansor Jatim di Grahadi tanpa pemberitahuan ke PWNU, Gus Aam menegaskan tidak harus mendapatkan izin karena sudah ada mekanisme di interternal organisasi.

“Kan ada laporan triwulan kepada induk organisasi. Apa yang kita laporkan nanti ada di triwulanan itu, dan itu dilakukan semua Banom, enggak cuma Ansor,” ujarnyanya.

Tapi kalau PWNU masih tetap mempersoalkan, sebaiknya Gus Abid Dkk melakukan tabayyun (konfirmasi) sekaligus melaporkan hasil Rakorwil. “Saya sarankan tabayyun,” tuntas pengurus Ansor yang juga maju Caleg DPR RI dari Partai Nasdem, Dapil Pasuruan-Probolinggo tersebut.•

» Baca Berita Terkait Khofifah, Ansor Jatim