Geliatkan Ekonomi, Desa Wisata di Bondowoso Bikin “Kala Senja”

KALA SENJA: Mohammad Yasin (tiga kiri) resmikan spot foto dan kuliner "Kala Senja". | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH
KALA SENJA: Mohammad Yasin (tiga kiri) resmikan spot foto dan kuliner “Kala Senja”. | Foto: Barometerjatim.com/ABDILLAH

BONDOWOSO, Barometerjatim.com – Desa Wisata Tirta Agung di Desa Sukosari Kidul, Bondowoso, memiliki ikon anyar yakni spot foto dan kuliner “Kala Senja”. Produk wisata baru tersebut hasil kolaborasi Sampoerna untuk Indonesia dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Jatim.

Kepala Dinas PMD Jatim, Mohammad Yasin menuturkan, penambahan produk wisata baru tersebut diharapkan akan kembali menggeliatkan pariwisata dan ekonomi warga Desa Sukosari Kidul.

Karena itu, dalam pendampingan desa wisata yang memerlukan konsentrasi serius adalah pemberdayaan dan keberlanjutannya.

Alhamdulillah, Bunda Gubernur (Khofifah Indar Parawansa) mengarahkan dan memberikan perhatian kepada Desa Sukosari Kidul. Sebab, untuk mengembangkan desa wisata dibutuhkan pemberdayaan yang berkelanjutan dan itu tidaklah mudah,” kata Yasin, Minggu (30/5/2021).

Yasin berharap, bantuan yang sudah diberikan Pemprov Jatim tidak hanya menguntungkan desa tetapi juga seluruh masyarakat desa.

“Maka harus ada inovasi berkelanjutan, untuk terus mengembangkan produk wisata Tirta Agung,” kata Yasin yang me-launching spot foto dan kuliner Kala Senja, Sabtu (29/5/2021), ditandai dengan pengguntingan pita.

Turut mendampingi yakni Kepala Divisi Hubungan Regional dan Keberlanjutan PT HM Sampoerna, Kukuh Dwi Kristianto; Direktur Yayasan Rumah Kita Sidoarjo, Andrianus Muran; Kepala Dinas DPMD Kabupaten Bondowoso, Haeriah Yuliati; serta Kepala Desa Sukosari Kidul, Tolak Abdul Aziz.

Sementara itu Kepala Divisi Hubungan Regional dan Keberlanjutan PT HM Sampoerna, Kukuh Dwi Kristianto menyatakan, pihaknya bangga menjadi bagian dari pemulihan ekonomi Jatim dan nasional melalui pengembangan desa wisata berbasis BUMDesa.

“Sejak dua tahun lalu Sampoerna bekerja sama dengan Pemprov Jatim. Kami bangga menjadi bagian dari upaya Pemprov dalam pemulihan ekonomi nasional melalui program klinik BUMDesa, terutama dalam masa pandemi ini,” katanya.

Dia juga berharap, adanya produk wisata baru berupa spot foto dan kawasan kuliner dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat Desa Sukosari Kidul.

Launching produk wisata baru Kala Senja ini sekaligus akhir dari masa pendampingan yang dilakukan Klinik BUMDesa Jatim.

“Produk wisata baru ini merupakan rancangan bersama antara Klinik BUMDesa dan pengelola Desa Wisata Tirta Agung,” ungkap Direktur Program Klinik BUMDesa Jatim, Nova Haryanto.

Pendampingan yang sudah berjalan selama lima bulan tersebut, kata Nova, diisi dengan pelatihan, proses implementasi dampingan, serta penyaluran bantuan produk wisata baru.

“Kami berharap, kawasan kuliner menjadi daya ungkit Desa Sukosari Kidul dalam membangkitkan ekonomi melalui pariwisata,” pungkas mantan tenaga ahli Menteri Sosial di era Khofifah tersebut.

» Baca Berita Terkait Desa Wisata